Berlebaran di Tengah Musibah

Putri Anisa, Gana Buana
05/7/2016 09:20
Berlebaran di Tengah Musibah
(Warga korban kebakaran di Jalan Simprug Golf II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan duduk di reruntuhan rumahnya yang hangus dilalap api---MI/PANCA SYURKANI)

KEMARIN (Senin, 4/7) pagi, aktivitas Mardiah berbeda dari biasanya. Jika biasanya setiap pagi ia sibuk menyiapkan sarapan bagi anaknya, kini aktivitas ibu rumah tangga itu hanya duduk sambil termenung di lokasi pengungsian kebakaran Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Bertempat di Masjid Jami' Assadah Simprug, ibu tiga anak itu menyesali keputusannya menunda pindah rumah. Keputusan itu berbuah buruk karena harta bendanya habis dilalap api pada Minggu (3/7) dini hari.

Jika saja ia menuruti omongan suaminya yang bekerja sebagai satpam di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, untuk segera pindah kontrakan, tentunya kini ia sudah berada di kampung halamannya di Wonogiri, Jawa Tengah, untuk berlebaran.

"Sebelum puasa, bapak sudah mengajak pindah kontrakan. Tapi saya minta habis Lebaran saja karena repot. Eh, ini malah kebakaran. Enggak jadi mudik deh karena harta dan uang saya sudah habis ikut terbakar," kata perempuan berusia 40 tahun itu.

Lahan tempat Mardiah tinggal di RW 08 Kelurahan Grogol Selatan sudah lama dibebaskan untuk kebutuhan pembangunan jalan layang menuju Jalan Asia Afrika, Senayan.

Meski tak tahu kapan pembangunan jalan itu akan dimulai, suaminya sudah mengajaknya pindah karena belum juga ada kepastian soal pemberian rusun dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Dalam kebakaran tersebut, semua harta benda Mardiah habis tak bersisa. Hanya sebuah sepeda motor milik suaminya yang tersisa karena kebetulan sedang dipinjam saudaranya saat kebakaran.

Uang tabungan Mardiah yang sudah diambil dari bank untuk keperluan mudik pun ikut hangus terbakar.Mardiah sedikit terhibur karena bantuan dari masyarakat tak berhenti mengalir.

"Pemerintah sudah langsung bikin tenda, kasih selimut, makanan, obat, dan dokter. Ini kemarin datang pakaian bekas sama beras dan mi instan. Alhamdulillah, untuk urusan perut sama baju beberapa hari mendatang sudah enggak pusing saya," kata Mardiah.

Tidak jadi mudik karena musibah juga dialami Riesty, 29. Ia terpaksa membatalkan rencana mudiknya ke Bandung, Jawa Barat, karena luapan air Kali Cikeas yang menggenangi permukimannya sejak Minggu (3/7) malam.

"Kita lihat deh sehabis Lebaran, airnya sudah surut atau belum. Kalau sudah surut, masih ada kemungkinan mudik. Itu pun setelah selesai beres-beres rumah setelah kebanjiran," kata ibu dua anak tersebut.

Riesty mengaku tak sanggup jika memaksakan diri pulang kampung lalu kembali ke rumah dan bertemu dengan endapan lumpur yang tebalnya bisa mencapai 10 cm.

Hujan deras yang turun tak hanya menggenangi rumah Riesty yang ada di Perumahan Pondok Mitra Lestari. Banjir juga melanda warga yang bermukim di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih.(J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya