Buang Bensin dan Puntung Rokok ke Saluran Air, Empat Rumah Terbakar

Kisar Rajaguguk
03/7/2016 21:42
Buang Bensin dan Puntung Rokok ke Saluran Air, Empat Rumah Terbakar
(Ilustrasi)

SEMBURAN api disertai ledakan keras menyerupai bom membakar empat rumah serta kios usaha dagang di Blok F RT 005 RW 02 Kompleks Pondok Sukma Jaya Permai (PSJP), Depok.

Kepala Polres Depok AKB Harry Kurniawan mengungkapkan, semburan api dan ledakan keras hingga menyebabkan terbakarnya empat rumah serta kios usaha dagang terjadi Minggu (3/7) pukul 8.30 WIB. Ledakan terdengar hingga radius 500 meter dari lokasi semburan api.

"Semburan api dan ledakan berasal dari saluran drainase yang berada di Blok F RT 005 RW 02 Kompleks SJP, terdengar hingga radius 500 meter," ungkapnya, Minggu petang.

Adapun motif dan peristiwanya, ungkap dia, masih diselidiki. "Anggota kami sedang mencari tahu motif dan peristiwanya, termasuk memasang police line (garis polisi) untuk memudahkan penyelidikan. Sejumlah saksi yang berada di lokasi saat ledakan terjadi ikut kami periksa," ujar dia.

Polres Depok, sambungnya, mendatangkan tim Gegana Polri untuk mendeteksi kemungkinan semburan api yang meledak di drainase merupakan bom. "Tim Gegana Polri kami kerahkan ke lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti ledakan dan kebakaran di Blok F Kompleks PSJP," terangnya.

Kapolres melanjutkan, keterangan saksi mata mengatakan, semburan api serta ledakan akibat bensin di gorong-gorong. Saksi mata melihat pengemudi mobil jenis Fortuner membuang bensin di saluran drainase dengan sambil merokok hingga membuahkan percikan api.

"Pengemudi Fortuner membuang bensin dan kemudian membuang puntung rokok dan membakar empat rumah dan kios usaha dagang," katanya.

Wakapolres Depok AKB Candra Kumara menambahkan, anggotanya sudah menahan pelaku pembuang bensin di Polres Depok. "HS, 50, pembuang bensin di saluran drainase Kompleks PSJP sudah kami tahan. Candra mengatakan HS sudah mengaku membuang bensin ke saluran air," katanya.

Dari pengakuannya kepada polisi, HS baru saja mengisi bahan bakar jenis solar di sebuah SPBU di Jalan Tole Iskandar, Sukma Jaya. Namun, petugas SPBU mengisi bensin ke mobilnya. "Takut rusak, HS menguras bensin di tangki lalu dibuang olehnya ke saluran air tersebut," kata Candra.

Ia pun menambahkan, peristiwa itu bisa menjadi pembelajaran untuk masyarakat jangan buang bahan berbahaya apalagi bensin sembarangan. "Kasus buang bahan berbahaya di PSJP jangan terulang di Depok," pesan Chandra. (KG/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya