Keterampilan Ada Harganya

(Nic/Mal/J-3)
01/7/2016 00:20
Keterampilan Ada Harganya
(MI/RAMDANI)

KEBUTUHAN pembantu rumah tangga (PRT) atau pengasuh infal selalu meningkat menjelang Lebaran setiap tahunnya. Peningkatan permintaan itu mendongkrak tarif mereka. Bagi mereka yang memiliki keterampilan, tarifnya lebih mahal. Hal itu disampaikan pendiri Yayasan Tiara Cipta, Sutarmi, Ketua Yayasan Juanda Kasih, Meriana Ali dan Dumirah, penyalur pembantu infal Lebaran di kawasan Kembangan dan Kebon Jeruk yang dihubungi terpisah, kamis (30/6).

Sutarmi mengungkapkan di yayasan yang didirikannya sejak 1999 itu setiap menjelang Lebaran permintaan PRT infal selalu meningkat jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Sejak awal puasa, jumlah permintaan jasa infal ke yayasan yang berkantor di Kemang, Jakarta Selatan, ini mencapai 250 orang. Angka itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya di sepanjang 2016 yang hanya mencapai 30 hingga 50 ART per bulan. Ia menjelaskan, tarif tenaga infal babysitter dipatok Rp200 ribu hingga Rp550 ribu per harinya. Kisaran tarif tersebut bergantung pada keahliannya.

Untuk kontrak yang ditawarkan kepada pengguna jasa, Yayasan Tiara Cipta memberi batasan minimal 10 hari dan maksimal 1 bulan untuk tenaga infal. Namun, khusus Ramadan, Sutarmi menekankan pada pengguna jasanya untuk tidak memasang standar tinggi pada calon pekerja. Tingginya permintaan membuat yayasan harus mencari tenaga ekstra yang semuanya belum tentu memiliki pengalaman atau keahlian yang mumpuni. Bagi Ketua Yayasan Juanda Kasih, Meriana Ali, PRT infal itu digaji berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

Semua bergantung pada pengalaman kerja. Mereka mengerjakan tugas mulai urusan dapur, cuci setrika baju, hingga membersihkan rumah. Dari bisnis penyaluran PRT infal, yayasan mendapatkan Rp1,3 juta dari calon majikan sebagai biaya administrasinya. Biaya itu di luar biaya gaji yang dibayarkan majikan untuk PRT infalnya. "Biaya itu untuk jaminan juga untuk kami. Ini memang harus terikat kontrak agar sesuai perjanjiannya," tambahnya.

Meriana mengakui saat ini mulai sulit memperoleh pasokan tenaga PRT infal. Tahun (Kamis (30/6), biasanya yayasannya sudah menyalurkan 150 PRT infal. "Bukan karena enggak ada permintaan tahun ini. Permintaan banyak yang enggak bisa kami penuhi karena stok tenaga memang enggak ada," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya