Dishub Uji Kelaikan Armada Mudik

MI/Gan/MTVN/J-1
10/7/2015 00:00
Dishub Uji Kelaikan Armada Mudik
( ANTARA FOTO/M.Ali Khumaini)
MENJELANG arus mudik Lebaran 2015, Dinas Perhubungan DKI Jakarta kemarin menguji kelaikan bus mudik di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Petugas pemeriksa mengecek kelengkapan surat, kondisi bus, dan kondisi kesehatan sopir. Pada pemeriksaan dari pagi hingga siang hari itu, ada 29 bus diuji. Sebanyak 17 bus dinyatakan layak jalan.

"Bus yang lolos uji kelayakan akan ditempeli stiker," kata Penguji Pelaksana Dishub DKI Jakarta Bambang Gunarto. Menurut Bambang, alasan bus tidak lolos kebanyakan ialah karena kaca depan retak. "Kami koordinasi dengan pihak terminal agar bus-bus yang tak laik jalan tidak dikasih izin jalan," tegasnya. Petugas, lanjut Bambang, akan menindak bus yang tidak laik jalan tapi membandel dan tetap beroperasi.

Adapun sopir bus yang kondisinya tidak memungkin-kan juga akan diistirahatkan terlebih dahulu. Sebelum para sopir beroperasi, pihak terminal bekerja sama dengan puskesmas setempat mengecek kondisi kesehatan mereka. "Kami juga mengecek kondisi kesehatan sopir. Dari tes urine hingga yang lain. Biasanya para sopir jarak jauh itu mengidap penyakit seperti hipertensi tinggi," kata Kepala Terminal Bus Pulogadung Simon Ginting.

Berdasarkan pemantauan kemarin, Terminal Pulogadung belum dipadati penumpang. Simon mengakui H-8 lalu memang tidak diprediksi sebagai puncak arus mudik di Terminal Pulogadung. Menurut Simon, puncak arus mudik terjadi H-3. Tahun lalu, pada puncak arus mudik tercatat ada sekitar 4.583 penumpang dari 156 bus yang berangkat pada H-3.

Suasana sepi juga masih terlihat di Terminal Bekasi. Hanya beberapa orang saja yang yang terlihat membawa tas besar dan kardus yang ditenteng. Kepala Terminal Kota Bekasi Fatikun Ibnu memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada Sabtu (11/7) atau H-6.

Penumpang meningkat
Sementara itu, arus mudik dari Stasiun Senen dan Gambir semakin meningkat. "Sampai siang ini penumpang dari Senen ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, berjumlah 167.963," kata Kepala Humas Daerah Operasi I Jakarta Bambang Setyo Prayitno. Bambang memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 hingga H-1. "Biasanya H-5 sampai H-1, dan kita sudah siap menampung para pemudik," kata dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya