Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELIDIKAN lahan sengketa di Cengkareng Jakarta Barat terus bergulir. Rabu (29/6) anggota Bareskrim Mabes Polri dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mendatangi kantor Kelurahan Cengkareng Jakarta Barat.
Kedatangan tim itu untuk terkait penyelidikan lahan yang akan dijadikan rumah susun (rusun) itu dianggap ada potensi korupsi di dalamnya. Tim dari Bareskrim maupun BPK meminta penjelasan mengenai alur pengurusan dokumen kepemilikan tanah.
"Ini surat masuk dari meja ini, kemudian masuk ke tahap pedataan," celetuk pegawai Kelurahan menjelaskan ke tim.
Tak hanya itu, terlihat tim juga meminta beberapa dokumen yang dianggap berhubungan dehan kepemilikan lahan yang kini saling klaim dari beberapa pihak.
Staf Kelurahan Bagian Pemerintahan, Sobirin mengiyakan ihwal dokumen yang diambil tim tersebut. "Iya tadi minta dokumen. Prosedur seperti apa konsep alurnya itu ditanyakan," kata Sobirin.
Sekita 30 menit meminta penjelasan, tim dari Bareskrim dan BPK itu kemudian menuju lahan lahan seluas 4,6 hektar yang dibeli Pemprov DKI senilai Rp668 miliar. Lahan itu beralamat di Jalan Kamal Raya, Cengkareng Barat, sekitar 500 meter dari Kecamatan Cengkareng.
Seorang pegawai Kelurahan Cengkareng Barat yang enggan disebut namanya mengatakan, tim itu setelah melihat lahan kemudian akan ke kantor Kelurahan Pegadungan, Kalideres. Mereka akan menemui Lurah Pegadungan Tarso, yang tak lain adalah mantan Lurah Cengkareng Barat.
"Dia (Tarso) yang menjabat saat pembelian lahan itu. Dia baru digantikan sekitar Juni 2015,"celetuknya
Staf Pemerintahan Kelurahan Cengkareng Barat, Sobirin mengatakan, tidak pernah kenal dan bertemu dengan Toeti Noezlar Soekarno, warga Bandung yang disebut-sebut pemilik lahan yang menjual ke Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI. "Saya enggak pernah berhubungan dan tidak tahu dia (Toeti) siapa,"
Namun Sobirin menjelaskan pernah melihat bahwa bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lahan itu dibayarkan atas nama Kun Soekarno. "Itu pembayaran sejak 2012 terkahir saya lihat akhir 2015. Saya juga enggak tahu hubungannya dengan Kun ini apa," jelasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved