Polisi Korban Pengeroyokan Jakmania Kehilangan Satu Mata

Deny Irwanto
29/6/2016 13:46
Polisi Korban Pengeroyokan Jakmania Kehilangan Satu Mata
(Suporter Persija Jakarta (Jakmania) melempari petugas kepolisian saat pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC. -- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

BRIGADIR Hanafi, korban pengeroyokan di Stadion Utama Gelora Bung Karno mengalami cacat pada matanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan cacat diderita Hanafi setelah mata kirinya harus diangkat karena sudah tidak berfungsi.

"Bola mata kirinya sudah tidak bisa digunakan dan harus diangkat," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (29/6).

Awi mengungkapkan pengangkatan mata Hanafi dilakukan lantaran korneanya sudah rusak serta sudah mengering dan jaringan sarafnya juga sudah rusak.

Awi menjelaskan, akan lebih berbahaya jika mata Hanafi tidak diangkat atau dibiarkan.

"Yang bersangkutan pun dilakukan pengangkatan bola mata korban di RS Pertamina pada Selasa (28/6) sekitar pukul 17.00 WIB," jelas Awi.

Sementara untuk mata kanannya sendiri, lanjut Awi, masih dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh medis.

Kericuhan pecah di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6). Bentrokan pecah antara suporter Persija, Jakmania, dan polisi. Bentrokan itu menelan korban dari kedua belah pihak.

Brigadir Hanafi mengalami luka parah. Hanafi terluka lantaran dikeroyok Jakmania di Gate 7 SUGBK. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya