Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya telah merilis hasil penyelidikan sementara kerusuhan The Jakmania saat pertandingan Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6).
Selain menetapkan tersangka, polisi juga merilis foto diduga anggota The Jakmania lain yang berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menuturkan, upaya penyebaran foto tersebut untuk mengajak masyarakat DKI Jakarta terutama pencinta Persija agar peduli terhadap aksi kekerasan yang tentunya bukan budaya untuk dilestarikan.
Awi yakin anggota The Jakmania lain punya itikad baik untuk perkembangan sepak bola Tanah Air.
"Foto disebar, kami rangsang Jakmania agar membantu kepolisian. Kami rasa tidak semua Jakmania seperti itu, kami yakin mereka punya itikad baik," kata Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/6).
Hingga hari ini, Polda Metro Jaya sementara telah menetapkan delapan tersangka yang merupakan anggota resmi organisasi supporter The Jakmania. Menurut Awi, dua tersangka yakni JM dan M menjadi tersangka terkait pengeroyokan Brigadir Yudhawan. Sementara RMZ berstatus tersangka terkait perusakan mobil patwal dan pemukulan anggota polisi.
Ia menambahkan, pihaknya mengoreksi jumlah tersangka yang ditetapkan terkait kasus ujaran kebencian. Semula enam orang, kata Awi, diralat menjadi lima tersangka lantaran seorang pria berinisial S tidak terlibat langsung.
"Setelah didalami ada lima. Pertama AF wajib lapor karena di bawah umur, kemudian MF, MR, RF, dan A," kata Awi.
Ia juga menuturkan, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan kasus ini. Mengingat massa yang diduga anggota The Jakmania lain juga ikut terlibat dan jumlahnya cukup banyak.
"Ini masih dicari, penyelidikan terus berkembang, termasuk foto selfie dengan korban polisi yang terluka, apakah menolong atau hanya sekadar foto. Melalui medsos kita sebarkan, masyarakat bisa bantu ungkap pelaku yang belum tertangkap," kata Awi. (MTVN/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved