Dinas Perumahan Terima Gratifikasi Rp9,6 M dari Penjual Tanah di Cengkareng

LB Ciputri Hutabarat
28/6/2016 11:19
Dinas Perumahan Terima Gratifikasi Rp9,6 M dari Penjual Tanah di Cengkareng
(MI/Panca Syurkani)

DINAS Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI pernah mendapat uang terima kasih dari penjual tanah di daerah Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan hal itu pernah diakui Kepala Dinas Perumahan DKI Ika Lestari Adji.

"Ada sejumlah uang dari hasil pembelian tanah. Saya tanya kenapa ada duit seperti itu? 'Mereka (penjual) kasih Pak'," kata Ahok di Balai Kota, Selasa (28/6).

Saat mendengar pernyataan tersebut, Ahok mengaku sudah curiga. Pasalnya, uang terima kasih yang diberikan penjual terbilang fantastis yaitu Rp9,6 miliar. Jumlah itu dirasa tidak wajar hanya untuk uang terima kasih.

"Ini bukan kasih terima kasih ini. Ini pasti ada sesuatu. Makanya saya kasih ke KPK," terang Ahok.

Adapun tanah seluas 4,6 hektare tersebut dibeli Pemprov DKI pada November 2015 dengan nilai Rp468 miliar. Pembelian dilakukan langsung oleh tim di Dinas Perumahan DKI yang diketuai salah satu Kepala Bidang di Dinas Perumahan. Ahok sempat menanyakan subyek pengatur pembelian lahan tersebut.

Ika mengatakan kepada Ahok bahwa Kepala Bidang itu sempat menyembunyikan uang Rp9,6 miliar. Bahkan transaksi pembelian tersebut dilakukan secara kontan.

Kecurigaannya bertambah karena ada laporan pejabat yang menolak saat ditawari uang. Ahok sempat marah dan akhirnya mencopot Kepala Bidang tersebut beberapa waktu lalu.

"Makanya kita copot. Kenapa beli pakai tarik kontan? Pasti ada sesuatu, bagi-bagi duit ini. Nah saya makin curiga," ungkap Ahok.

Pemprov DKI mengaku tertipu membeli lahan Cengkareng dari perseorangan. Padahal lahan tersebut milik Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Kini, kasus tersebut sudah dalam investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam tenggat waktu 50 hari, BPK akan menelusuri kasus yang diduga merugikan negara tersebut.

"Sudah kita serahkan ke BPK. Kita juga sudah koordinasi dengan Bareskrim dan KPK," tandas Ahok. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya