Ahok Ingin 1 Juta KTP Direkap Sistematis

Putri Anisa Yuliani
27/6/2016 19:26
Ahok Ingin 1 Juta KTP Direkap Sistematis
(MI/ARYA MANGGALA)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan ikut melalui jalur independen bila janji Teman Ahok untuk mengumpulkan 1 juta lembar salinan KTP bisa dibuktikan dengan sistematis.

Dengan verifikasi secara sistematis, menurut dia, keabsahan 1 juta lembar KTP tersebut bisa mudah dibuktikan.

Ia pun ingin Teman Ahok tidak sekadar memberi angin segar tetapi juga harus membuktikannya. Hal tersebut telah disampaikan calon gubernur petahana yang akrap disapa Ahok itu saat bertemu dengan perwakilan Teman Ahok pada Sabtu (25/6) lalu di kediaman pribadinya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

"Sabtu kemarin ketemu, di rumah. Lalu mereka mau membuktikan bahwa KTP sudah 1 juta. Aku kan ngotot 1 juta, kita kan juga belum pernah lihat? Ya kan dulu dia (Teman Ahok) janji sama saya 1 juta, tesnya kapan? Masak mau nunggu KPUD, kan enggak mungkin kan," kata Ahok di Balai Kota, Senin (27/6).

Menurut Ahok, sistem rekap 1 juta lembar tersebut harus memuat data warga dengan benar dan dengan sistem yang mudah sehingga jika dicek secara acak, siapa pun tetap bisa menemukan data warga yang memberikan dukungan.

"Verifikasinya gimana dia (Teman Ahok), akan sepakati. Misalnya daftar dari nomor 1 sampai 1 juta kumpuli. Kamu tes deh. Semua kan ada nomor telepon. Saya minta direkap, saya enggak mungkin periksa berkas 1 juta dong. Kalau saya minta daftar nomor 999 harus keluar nama identitas dan nomor telepon. Kita telepon dan saksikan sama-sama benar enggak dia kasih dukungan," ujarnya.

Ia pun memberi tenggat hingga setelah libur Lebaran kepada Teman Ahok untuk membenahi sistem tersebut. Ia pun berencana mengundang wartawan untuk memeriksa bersama verifikasi yang sudah dibuat Teman Ahok.

Tidak hanya ingin mengundang masyarakat dan wartawan, Ahok juga ingin mengundang Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) yang selama ini meragukan Teman Ahok untuk menyaksikan verifikasi tersebut.

"Saya bilang wartawan aja ngetes, dia bilang nanti Bapak nuduh wartawan teman kita lagi, bohong. Dia tertarik undang orang-orang yang menyaksikan. Lulung juga kan ragu juga nih. Kita undang dia," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Lulung mengatakan ogah datang jika diundang ke acara Teman Ahok memverifikasi 1 juta lembar KTP untuk Ahok.

Lulung bahkan menuduh bahwa sejak semula Teman Ahok hanyalah propaganda dan yakin pada akhirnya Ahok akan mengambil jalur parpol.

"Enggak datang. Karena itu propaganda dan ujung-ujungnya pasti didukung partai politik. Ahok ngambil parpol ujung-ujungnya," kata Lulung.

Sebabnya, Lulung meyakini verifikasi KTP akan menemui masalah saat dilakukan oleh KPU. Untuk itu, Lulung pun yakin Ahok akan tetap mengambil jalur parpol. "Biar pun itu hitam di atas putih, tetap saja legitimasinya nanti bagaimana. Kalau dobel-dobel gimana," tukasnya. (Put/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya