Anjing saja Benci Narkoba

Budi Ernanto
27/6/2016 08:55
Anjing saja Benci Narkoba
(MI/PANCA SYURKANI)

"TEPUK tangan yang meriah untuk Lady, Laika, dan teman-teman dari K9 Badan Narkotika Nasional (BNN)!" ujar pembawa acara peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI), kemarin (Minggu, 26/6). Alih-alih petugas berseragam tim dari BNN, yang datang ialah sekelompok anjing yang tergabung dalam pasukan K9.

Bukan sembarang anjing, satwa pilihan itu memiliki peranan penting karena membantu dalam pengendusan narkoba. K9 merupakan istilah atau sandi kepolisian untuk anjing-anjing pengendus narkoba yang dilatih secara khusus. "Mereka saja benci narkoba. Masa kita enggak," sambung si pembawa acara.

Anjing-anjing itu berasal dari berbagai jenis, seperti labrador retriever, beagle, herder, dan doberman. Walau masih berusia 1,5 tahun, kemampuan mereka sangat hebat.

Saat diperkenalkan di hadapan Presiden Joko Widodo yang hadir dalam perayaan HANI di Kota Tua, Jakarta Barat, anjing-anjing asal Belanda itu mampu mendeteksi keberadaan narkoba yang disembunyikan di dalam koper dengan cepat. Padahal, banyak koper yang harus diendus.

Misalnya, Lady. Sang pawang sengaja membungkus sabu kristal dengan amplop cokelat, kemudian memasukkannya ke satu dari lima koper yang dihadapkan pada Lady. Ketika sang pawang melepas tali yang diikatkan ke leher, anjing berwarna cokelat itu dengan cepat menemukan koper berisi narkoba.

"Jika narkoba ada di tubuh seseorang, anjing akan duduk di hadapannya. Itu adalah respons pasif yang dipelajari anjing-anjing tersebut agar tidak melukai orang. Jika berhasil menemukan narkoba, para pawang akan memberikan makanan sebagai hadiah," jelas si pembawa acara.

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Budi Waseso, mengatakan menggunakan pasukan anjing, menjadi cara efektif memburu para pengedar narkoba. Saat ini setiap Badan Narkotika Kota/Kabupaten butuh minimal tiga ekor anjing. "Sehingga untuk se-Indonesia dibutuhkan 2.000 ekor anjing, tapi yang ada sekarang baru 50 ekor," tuturnya.

Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi menambahkan, pemilihan anjing-anjing tersebut dilakukan langsung oleh Budi Waseso di Belanda. Ketika tidak bertugas, tim K9 setiap harinya berada di markas yang berada di Kelapa Dua, Depok, bersama satwa lain milik Polri.(J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya