Truk Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek Mulai H-5

MI
27/6/2016 08:14
Truk Dilarang Melintas di Tol Jakarta-Cikampek Mulai H-5
(ANTARA/Oky Lukmansyah)

KENDARAAN truk muatan dilarang melintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek sejak H-5 Lebaran 2016. Larangan tersebut diberlakukan hingga H+3 hari raya. Juru bicara PT Jasa Marga (persero) cabang Jakarta-Cikampek Iwan Abrianto mengatakan hal tersebut diberlakukan agar pemudik bisa melintasi jalur mudik dengan nyaman.

Untuk itu, kata dia, Jasa Marga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemerintah setempat dalam hal pengawasan. "Karena diperkirakan pada lima hari jelang Lebaran, kendaraan melintas sudah mulai banyak. Truk dilarang melintas agar arus lalu lintas lebih lancar," jelasnya.

Iwan menerangkan lebih lanjut, di ruas Tol Jakarta-Cikampek memang banyak dilintasi truk-truk besar karena sepanjang jalur itu banyak dipenuhi kawasan industri.

"Pengusaha setempat diharapkan agar bisa mematuhi imbauan tersebut. Jika masih melintas, akan ditindak tegas dengan mengeluarkan di gerbang tol terdekat," tegasnya. Meski demikian, Iwan mengatakan kebijakan itu tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut sembako dan truk pengangkut BBM.

Pencabutan izin
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Raden Gandara Budiana menegaskan perusahaan bus yang kedapatan menurun-kan penumpang mudik Lebaran di tengah jalan, akan dikenai sanksi terberat, yakni pencabutan izin operasional serta larangan mengembangkan armada di Kota Depok.

Opsi itu diambil supaya perusahaan bus tidak semena-mena. "Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian seperti ini kerap terjadi pada musim Lebaran. Penumpang diturunkan lantaran menolak bayar ongkos dua kali lipat dari semestinya," kata Gandara.

Data terakhir di Dinas Perhubungan Kota Depok 2016, perusahaan angkutan kota dalam provinsi dan angkutan kota antarprovinsi trayek Depok-Pulau Jawa mencapai 200 bus.

Ia mengatakan seluruh bus tersebut sudah melewati uji kelayakan di unit pengujian Dinas Perhubungan Kota Depok di Kali Mulia, Cilodong. "Jika memang ternyata berisiko, tidak diizinkan mengangkut penumpang mudik Lebaran," kata Gandara.(Gab/KG/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya