Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang menerjang sejumlah kawasan di Depok. Di jalan Turi Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air 60 cm-70 cm. Selain itu, di jalan Stasiun Depok Baru, terdapat puluhan rumah terendam banjir serta belasan kios rokok rusak.
Banjir yang menerjang puluhan rumah warga di Jalan Turi dan Stasiun Depok Baru, Beji terjadi pukul 16.00 WIB. Sumber banjir dari saluran air yang berada di bawah flyover Arief Rahman Hakim.
"Kotoran saluran air tidak pernah dibersihkan sehingga air meluber dan membanjiri jalan dan rumah warga," kata Ny Manullang, warga Jalan Turi 4 RT 004 RW 10, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, Minggu (26/6) sore.
Menurut dia, banjir di tempatnya baru kali pertama terjadi. Karena satuan tugas penanggulangan bencana banjir Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok sudah lama tak membersihkan selokan di perumahannya. "Sudah belasan tahun di sini, tapi baru kali ini tempat kami kebanjiran, “ katanya.
Selain BMSDA Kota Depok, Dinas Kebersihan dan Petamanan Kota Depok juga jarang membersihkan kotoran sampah. "Itu lah yang membuat wilayah perumahan ini cepat kebanjiran. Padahal, hujan turunnya hanya dua jam dari pukul 16.00 hingga pukul 18.00," katanya.
Warga lainnya, Ny Rohini, pedagang rokok, warga Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, mengatakan hujan disertai angin kencang Minggu sore tidak hanya membanjiri rumahnya melainkan kios rokoknya juga rusak akibat terpaan angin kencang. "Hujannya deras dan anginnya juga kencang. Kami sangat ketakutan," katanya.
Ia juga mengaku hujan yang merendam puluhan rumah warga karena drainase sangat buruk. Masalahnya, air yang berasal dari saluran air saya lihat langsung meluber ke jalan dan rumah warga. "Air yang masuk ke rumah kami berasal dari saluran air," ungkapnya.
Kawasan Taman Duta Cimanggis juga dilanda banjir. Banjir yang terjadi sejak pukul 16.00 belum surut, genangan air mencapai 30 cm. Irwan, warga setempat, mengatakan warga sudah antisipasi sebelumnya. Mereka mengamankan barang-barang ke lantai dua rumah mereka.
"Ya emang langganan banjir di sini kan. Kalau hujan terus-terusan saja pasti banjir," katanya.
Adapun di Perumahan Bukit Cengkeh, air belum meluap dari kali. Namun, aliran air kali di depan perumahan sudah tinggi. Sama seperti tahun sebelumnya, warga pun sudah mengantisipasi akan datangnya banjir dadakan. "Kalau nanti malam masih hujan pasti meluap air di kali. Sudah siap-siapin barang sih diamankan ke atas," kata Supardi, warga lainnya.
Kawasan perumahan itu secara tata letaknya berada di bawah Kali Laya. Ketika air meluap, perumahan pun tergenang.
Dia berharap pemerintah yang baru bisa memberikan solusi atas banjir yang mereka alami tiap tahun. "Ya sudah jadi tamu langganan lah banjir begini mah," ungkapnya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas BMSDA Dea Akhmat mengatakan hujan di Depok terjadi Minggu pukul 16.00. Sejumlah kawasan yang digenangi air selain Jalan Turu dan Stasiun Depok Baru ialah Kampung Utan Citayam, Perumahan Permata Depok Blok Nilam, dan Perum Mekar Perdana.
"Bisa dipastikan, kalau sudah mencapai puncaknya, tinggi air bisa lebih dari 1 meter di perumahan yang terjadi banjir," katanya.
Banjir di sejumlah wilayah di Depok terjadi karena tidak berfungsinya drainase dan sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah. Jadi sungai yang terjadi pendangkalan tidak bisa menampung air dengan maksimal, yang akibatnya meluap. "Banjir terjadi karena dimensi saluran yang tidak sesuai dengan debit air," ujarnya (KG)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved