Keracunan Asap Genset, Satu Keluarga di Bogor Tewas

Dede Susianti
26/6/2016 17:55
Keracunan Asap Genset, Satu Keluarga di Bogor Tewas
(Antara/Ilustrasi)

JANGAN biarkan mesin genset menyala secara terus menerus. Waspada dan berhati-hati ketika menyimpan mesin genset yang menyala. Alangkah baiknya genset itu disimpan di tempat yang terbuka atau memiliki ruang atau ventilasi yang cukup. Jika tidak, bisa jadi akan berakibat fatal bahkan berujung maut, seperti kejadian di Bogor.

Diduga keracunan gas asap yang keluar dari genset, lima orang yang masih satu keluarga, ditemukan tewas, di sebuah rumah di Kampung Citeureup, RT03/06, Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/6) pagi.

Kelimanya yakni Lantono, 34, Fatma, 29, Marsya Laudya, 10, dan bocah 7 tahun bernama Tegar, serta bayi berusia 2 tahun bernama Alldryan Marcellino.

Anwar, kakak ipar Langono dan Wakinah, orangtua dari Lantono-lah yang pertama kali mengetahui peristiwa tragis itu. Anwar, saat itu bertandang ke rumah korban untuk mengajak adik iparnya mempersiapkan ikan lele yang akan mereka jual seperti biasanya. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 03.00 WIB, yang memang sudah menjadi kebiasaan atau aktivitas mereka sehari-hari.

Anwar saat itu mengetuk jendela berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Karena penasaran tidak ada jawaban dari dalam rumah, dia pun membuka paksa jendela. Dia ingin memastikan kondisi dalam kamar. Anwar pun terkejut ketika melihat sanak saudaranya sudah tidak bernyawa.

"Yang meninggal itu satu keluarga. Marsya dan Alldryn yang baru dua tahun usianya adalah anak dari iparnya Fatima dan Lantono. Yang satunya lagi adalah keponakan dari mereka (Lantono dan Fatima), bernama Tegar. Dia lagi menginap habis ambil rapor," kata Anwar.

Kapolsek Gunung Sindur Komisaris Polisi Agus Suyadi mengatakan, apa yang menimpa keluarga Lantono itu terjadi ketika daerah atau Kecamatan Gunung Sindur sedang padam listrik. Untuk penerangan di rumahnya Lantono menyalakan genset. Gensetnya diletakkan di salah satu sudut di dapur.

"Sudah nyala lampunya dengan bantuan genset. Kelimanya langsung beranjak tidur. Kemudian mereka ditemukan Anwar sudah meninggal. Dugaan sementara penyebabnya mereka keracunan as yang keluar dari mesin genset," kata Kapolsek, Sabtu siang.

Dia menjelaskan, saat ditemukan, mereka tidak dalam satu lokasi. Lantono ditemukan di ruang tamu, adapun istrinya ditemukan di kamar mandi. Sedangkan Marsya, Alldryn, dan Tegar ditemukan di kamar tidur.

Untuk memastikan kondisinya, kelimanya dibawa ke rumah sakit dan hasilnya memang mereka sudah meninggal. Atas peristiwa itu, keluarga korban pasrah. Karena menganggap kejadian itu musibah, keluarga pun menolak untuk dilakukan visum terhadap kelima korban. (DD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya