Pembuangan Sampah ke TPST Bantargebang Lancar

(Gan/J-2)
25/6/2016 04:20
Pembuangan Sampah ke TPST Bantargebang Lancar
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PETUGAS Kepolisian Resor Kota Bekasi membuka paksa blokade yang menutup akses truk pengangkut sampah DKI Jakarta menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Bahkan petugas mengancam menangkap siapa pun yang menghalangi arus lalu lintas truk sampah ke lokasi itu. Blokade yang dipasang sejumlah warga sejak Rabu (22/6) itu mulai dibuka polisi pada Kamis (23/6) sore. Dengan dibukanya akses menuju TPST, kini tidak terlihat lagi antrean panjang truk penuh sampah di sekitar TPST Bantargebang. "Sejak kemarin (Kamis) sore pembuangan sampah sudah lancar karena tidak ada lagi penutupan TPST," kata Kapolres Kota Bekasi Komisaris Herry Sumarji, jumat (24/6).

Untuk mengantisipasi aksi serupa dan demi kelancaran proses pembuangan sampah ke TPST itu, sejumlah polisi disiagakan di lokasi. "Personel polisi masih bersiaga di sekitar lokasi," ungkapnya. Pintu masuk menuju TPST Bantargebang diblokade warga sekitar dengan alasan pembuangan sampah sudah melebihi kuota sebesar 2.000 ton per hari.

Kenyataannya volume sampah dari DKI yang dibuang ke TPST itu rata-rata 7.000 ton per hari. Koordinator warga, Wandi, pada Rabu juga mengatakan warga melakukan aksi sekaligus untuk menolak rencana swakelola TPST Bantargebang oleh Pemerintah Provinsi DKI dari swasta yang kini mengelola TPST. Alasannya, berdasarkan pengalaman swakelola 1989-2003, pelaksanaannya amburadul. Keika itu warga tidak memperoleh kompensasi apa pun, bahkan sekadar bantuan kesehatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya