Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
'SAY no to Ngemis, lebih baik usaha daripada mengemis'. Pesan itu dikampayekan komunitas Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ). Tak hanya mengampanyekan pesan, KNJ juga menggalang dan menyalurkan donasi bagi mereka yang memiliki semangat usaha menyambung hidup ketimbang mengemis. Umumnya yang diberikan donasi ialah orangtua lanjut usia (lansia) yang memiliki semangat usaha, misalnya yang berjualan minuman, tisu, atau usaha lainnya. Mereka memilih berusaha kendati penghasilan tak sebesar mengemis. "Kenapa orangtua? Kami mau menularkan ke para pengemis, khususnya yang masih muda, lo anak muda mengemis! Nih orangtua punya semangat mandiri mau usaha. Itu yang mau kami tularkan sekaligus apresiasi ke mereka yang mau usaha daripada mengemis," kata Public Relation KNJ, Mega Herlinda, saat ditemui di Jakarta, Rabu (22/6).
Gerakan ini berawal dari Rizky, pemuda asal Yogyakarta yang iseng mengunggah foto sosok kakek di akun Instagram miliknya. Foto itu menunjukkan perjuangan sang kakek yang sudah ringkih, tapi mau berdagang apa saja untuk menyambung hidup. Ternyata, postingan tersebut menyedot perhatian dan respons positif dari netizen. Akhirnya terbentuklah komunitas Ketimbang Ngemis di Kota Yogyakarta pada Juni 2015. Dari Yogyakarta, gerakan itu menyebar ke kota-kota lain, termasuk Jakarta. "Lahirnya KNJ, beda enam hari dari Yogya, yaitu 18 Juni 2015. Banyak direspons dan akhirnya muncul di wilayah lain. Saat ini ada di 60 kota di Indonesia," ujarnya Mega menjelaskan donasi didapatkan dari para followers akun media sosial seperti Instagram @ketimbang.ngemis.jakarta.
Donasi yang diberikan, kata Mega, bukan hanya berbentuk uang, melainkan juga dalam bentuk barang tergantung kebutuhan dari mereka yang ingin dibantu. "Kami juga bantu dalam bantuan kesehatan, misalnya bantu operasi katarak, kaki palsu. Selain lansia, kami berikan juga ke para penyandang disabilitas. Next bulan depan ada satu anak yang kami bantu dia suka jual cobek di jalan, intinya mereka yang survive," kata Mega.
Komunitas yang beranggotakan 70 relawan ini mempunyai cara untuk menyaring mereka yang membutuhkan bantuan.
Mega mengatakan informasi untuk calon penerima bantuan didapatkan dari followers. "Ada kalanya mereka ingin usaha, tapi belum ada peluang. Maka kami berikan donasi daripada mereka mengemis, dan survei tidak satu-dua kali, tapi beberapa kali agar tepat sasaran, karena ini bentuk tanggung jawab kami ke donatur," ujarnya. Di usianya yang sudah satu tahun, unkap Mega, KNJ telah memberikan donasi kepada 100 orang. Selain menerima bantuan dari para donatur, KNJ juga kerap berdagang di event-event tertentu seperti di kegiatan car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia. Gerakan sosial ini, jelas Mega, kerap mendapat gangguan. Misalnya, saat KNJ memberikan bantuan kepada seseorang mendapat hadangan dari pengemis. Belum lagi preman-preman yang minta jatah.
"Kami masih takut karena mayoritas anggota kami wanita," imbuhnya. Ke depan, kata Mega, KNJ berniat bantuan yang diberikan bisa lebih meningkatkan taraf hidup penerima donasi. Misalnya, membuatkan warung permanen supaya mereka tidak berjualan keliling lagi. "Semakin ke sini semakin banyak donatur yang percaya dan banyak yang kami terima," harapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved