Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengungkap kejahatan pembobolan kartu kredit. Modusnya, dengan memalsukan identitas nasabah.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat kartu kredit di pusat-pusat perbelanjaan. Hal tersebut untuk mencegah pembobolan kartu kredit itu.
"Jangan membuat kartu kredit di konter yang berada di mal. Kalau bisa, jika ingin membuat kartu kredit langsung mendatangi bank yang bersangkutan agar lebih aman," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/6).
Fadil juga meminta pihak bank agar lebih memperketat proses penyeleksian tenaga pemasaran mereka. Hal itu untuk meminimalisasi aksi kejahatan pembobolan kartu kredit nasabah. Mengingat, kasus pembobolan kartu kredit yang diungkap polisi melibatkan pegawai lepas marketing sebuah bank.
"Kami juga mengimbau para perbankan agar lebih waspada dalam merekrut karyawan outsourcing," ucapnya.
Sementara itu, Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu, meminta masyarakat hati-hati saat berselancar di jagat maya. Sebab, banyak tautan yang muncul di sebuah website sebagai cara penjahat mendapat identitas seseorang.
Menurut Roberto, tautan tersebut acap digunakan oleh para penjahat didunia maya untuk meretas data diri si pengguna.
"Think before click, transaksi e-commerce juga harus berhati-hati. Apabila ada suatu tawaran yang tidak masuk akal jangan langsung diklik atau diunduh," ujarnya.
Sebelumnya, Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku pembobol kartu kredit. Keempat pelaku telah berhasil membobol sekitar 1.600 lebih kartu kredit korbannya sejak 2014.
Keempat pelaku berinisial GS, A, AH, dan PSS. Para pelaku membagi perannya menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama, bertugas mencuri data nasabah, tugas itu dilakukan oleh A dan AH yang merupakan pegawai lepas marketing sebuah bank. Mereka mudah punya data calon korban lantaran bekerja di bagian marketing pembuatan kartu kredit sebuah bank dengan menawarkan jasanya di pusat perbelanjaan di Jakarta. (MTVN/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved