Abug yang semakin Dilupakan

Nelly Marlianti
06/7/2015 00:00
Abug yang semakin Dilupakan
()
KEMERIAHAN menyambut malam-malam ganjil bulan Ramadan juga dirasakan saat mengunjungi Perkampungan Betawi Setu Babakan. Warga di sana membuat kue tradisional abug yang disajikan pada malam ke-27 Ramadan.

Diah, 65, warga Setu Babakan, mengatakan abug merupakan kue yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan santan. Di dalamnya diberi gula merah. Adapun bentuknya limas segi tiga dan dibalut dengan mengunakan daun pisang. "Jadi daun pisangnya ini dibentuk sampai muncung ke atas kaya bentuk limas segi tiga," ungkapnya.

Para ibu akan keluar rumah pagi hari pada 26 Ramadan. Di halaman rumah, ibu-ibu ini akan menampi tepung beras ketan tersebut dengan tampah agar mendapatkan tepung yang baik dan tidak menggumpal. Kemudian para ibu langsung menuju dapur untuk membuat abug tersebut agar bisa dimakan di malam harinya. Abug akan dibawa ke masjid atau musala menjelang salat tarawih.

Di sana, kue-kue itu akan didoakan dan disantap setelah salat tarawih. Namun sayang, tidak semua warga Setu Babakan yang mengerti tradisi ini. Hanya kelompok ibu-ibu berusia 50 tahun ke atas yang mengetahui tradisi membuat abug. Sementara yang muda, mulai meninggalkan tradisi ini.

Ani, 23, mengaku tidak pernah mendengar soal abug. Ia hanya menggelengkan kepala saat ditanya. "Enggak tau saya. Kayaknya enggak ada deh di sekitar sini yang rayain malam ganjil Ramadan," ujarnya.

Adapun Mita, 32, mengaku tahu soal abug. Tapi, selain tidak terampil, dia juga tidak punya waktu untuk membuatnya."Emang kalau di sini, nanya sama yang muda-muda nggak bakal tau. Saya tau karena emak saya suka bikin. Tapi, kalau saya sih nggak pernah bikin, nggak bisa," ujarnya.

Dia menuturkan, tradisi membuat abug ini memang tidak terlalu diminati anak muda Setu Babakan. "Semuanya urusan emak, yang bawa ke masjid juga emak-emak. Anak muda nggak ada yang mau bawa," tandasnya.(J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya