Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK hanya menggelar hiburan secara komersil, ajang Jakarta Fair Kemayoran 2016 juga menyajikan program Peduli Anak. Peserta yang mengikuti di antaranya adalah anak-anak berkebutuhan khusus.
Managing Director PT Jakarta International Expo (JIExpo) Prajna Muraya mengatakan kegiatan demikian diselenggarakan sebagai wujud tanggung jawab sosial untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di tengah-tengah kemeriahan Jakarta Fair.
"Ini merupakan komitmen PT Jakarta international Expo sebagai penyelenggara Jakarta Fair untuk berbagi kesenangan dan keceriaan dengan orang-orang yang membutuhkan. Sebagai ajang pesta rakyat terbesar di Indonesia, Jakarta Fair tidak hanya mementingkan sisi komersial yang berupa pameran multiproduk, melainkan juga program dengan tujuan sosial," ungkap Prajna, Rabu (22/6).
Tahun ini, ada sebanyak 1.742 anak dari 21 panti asuhan yang tersebar di wilayah Jaodetabek yang didatangkan Jakarta Fair. Ditambah para pendamping yayasan maupun panti asuhan sebanyak 221 orang.
Agenda ini merupakan salah satu kegiatan dari program Coorporate Social Responsibility (CSR) untuk Jakarta Fair tahun ini.
Selain program Peduli Anak, program lainnya yang diadakan yaitu program donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) yang diadakan di arena Gambir Expo.
"Kegiatan Peduli Anak ini mulai dilaksanakan dari 13 Juni hingga 27 Juni 2016 ke depan yang dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di arena pameran dan Gedung Pusat Niaga," papar Prajna.
Kegiatan sosial itu pastinya diisi dengan aktivitas positif seperti mendengarkan dongeng sambil bernyanyi hingga mengundang gelak tawa. Sambil mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak berinteraksi.
Tidak hanya itu, anak-anak pun berkesempatan menunjukan kebolehan mereka dengan menampilkan sejumlah tarian. Seperti yang sempat ditampilkan anak-anak PSPG Bina Grahita dengan tarian medley dari tiga kebudayaan yang ada di Indonesia, yaitu tarian Yamko Rambe Yamko, dana dilanjutkan oleh tarian Ondel-Ondel serta ditutup tarian Sinanggar Tulo.
Menurut Perwakilan PSPG Bina Grahita Sri Astuti, acara seperti ini sangat bermanfaat untuk menghibur anak-anak yang kurang beruntung dan membuat mereka menjadi senang. Selain itu, interaksi dengan orang-orang sekitarnya dapat berdampak baik.
“Acaranya tidak terlalu formil. Rata-rata anak-anak dari panti kami tidak bisa berbicara. Jadi banyak manfaatnya karena melatih mereka untuk mau tampil di depan umum,” ujarnya.
Sementara itu, hal serupa juga disampaikan Kepala Panti YPLB Nusantara, Sujono. Dikatakannya, melalui acara ini, anak-anak dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka terhadap kegiatan di dunia luar. Untuk itu, dirinya berharap pada kesempatan berikutnya dapat kembali dilaksanakan kedepan tiap tahunnya.
“Anak-anak berkebutuhan khusus ini kan biasanya jarang bersentuhan dengan dunia luar. Jadi hal ini dapat berdampak kepada pengetahuan, kepribadina mereka dan menjadi termotivasi untuk menambah keterampilan," ungkap Sujono. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved