Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SELA, 4 dan Brayan, 3 terlihat manyun menunggu di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Berkali-kali keduanya merengek kepada ibu mereka, Vera, 30 menanyakan keberadaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Ma, kokoh (Ahok) mana?," kata Sela kepada Vera di pendopo Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/6).
Sang adik, Brayan hanya mengikuti rengekan kakaknya. Brayan hanya diam sambil turut menarik lengan ibunya. Rupa-rupanya Sela dan Brayan sudah menunggu pria yang biasa di sapa Ahok sedari pagi.
"Anak saya mau foto dengan Pak Ahok. Dia yang minta," kata Vera.
Vera dan sekeluarga yang berasal dari Malang, Jawa Timur memang sedang berlibur di Jakarta. Saat tiba di Jakarta, Vera bilang kedua anaknya memang ngefans dengan Ahok.
"Kata teman saya bisa foto kalau ke Balai Kota," jelas Vera.
Saat ditanya, Sela dan Brayan mengaku bakal minta foto bersama orang nomor satu di DKI tersebut. Mereka juga bakal meminta lebih.
"Mau digendong kokoh," kata Sela malu-malu yang diikuti anggukan adiknya.
Sela dan Brayan tidak sendiri. Adapula perempuan paruh baya, Fanda, 40 dan Widi, 51 yang juga berasal dari Pandaan, Jawa Timur.
Keduanya juga datang untuk swafoto bersama Ahok. Padahal, keduanya sudah datang pada perayaan satu juta KTP hari Minggu lalu.
"Tapi foto kemarin nge-blur. Jadi foto lagi," ujar Widi.
Widi dan Fanda pun sudah bersiap menggunakan baju marchandise lengkap dengan gelang yang dibelinya dari Teman Ahok. Bahkan, keduanya mengaku nge-fans dengan Ahok dan membeli marchandise serupa sebagai buah tangan untuk teman-teman di daerah asal mereka.
"Banyak yang titip," ucap Fanda.
Memang, setiap pagi, mantan Bupati Belitung Timur itu meladeni setiap keluhan warga, protes warga, ataupun sekadar permintaan warga untuk berfoto.
Hal itu pun sudah menjadi rutinitas Ahok setiap pagi sebelum masuk ke Balai Kota. Kebiasaan ini pun dilihat Fanda dan Widi setiap paginya di televisi.
"Makanya kita datang pagi, kita mau dukung Pak Ahok juga. Tapi sayang KTP kita KTP Jawa Timur," tandas Fanda. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved