Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI balik meja dagangannya di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Mila, 55, sibuk menjamu para pembeli yang mampir silih berganti. Bermodal meja kecil dan sebuah payung warna-warni, ia menjajakan aneka jenis gorengan.
Semrawutnya arus lalu lintas dan sahut-menyahut bunyi klakson di depan lapak dagangannya sama sekali tak mengganggu Mila. Justru, dari para pengendaralah rezeki lebih banyak ia raup.
Baginya tak masalah jika harus terpapar debu jalanan dan bisingnya bunyi klakson kendaraan. Sebab, dari para pengguna jalanlah modalnya untuk pulang kampung bisa terkumpul.
"Pendapatannya lebih besar kalau jualan begini. Hari pertama saya dapat Rp1,7 juta. Tapi makin hari makin turun, sekarang paling Rp500 ribu," kata Mila.
Setiap bulan Ramadan, Jalan Panjang dari kawasan Haji Domang hingga Anggrek selalu menjelma menjadi pasar kaget yang dipenuhi para pedagang takjil.
Bermodal meja kecil dan sebuah payung untuk menghalangi teriknya matahari, puluhan pedagang menjajakan aneka ragam takjil. Mulai dari gorengan, kolak, bubur sumsum, es buah, hingga es pisang ijo.
Posisi lapak yang berada tepat di pinggir jalan kerap menarik hati para pengendara untuk mampir membeli. Sebagian bahkan mampir dengan memarkirkan mobilnya tepat di depan pedagang. Kepadatan lalu lintas pun tak terelakan, tak jarang berujung kemacetan. Apalagi, posisi pasar takjil itu berada tepat di putaran jalan.
Dani, 28, salah satu pengendara mobil yang lewat memilih mampir untuk membeli takjil di pasar kaget itu. Ia mengaku tergoda dengan aneka jajanan yang ditawarkan para pedagang.
Dani bahkan tak perlu turun dari kendaraannya untuk membeli takjil. Ia memilih langsung berhenti di depan si pedagang dan memesan melalui kaca mobilnya.
Ia terlihat cuek meski menerima teguran klakson dari pengendara lain yang berada di belakangnya. "Berhentinya cuma sebentar, kok, enggak sampai 5 menit," ujarnya.
Salah satu petugas patroli dari Kepolisian Sektor Kebon Jeruk, Iptu Kuswidianto, mengaku kini ia harus rutin menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan itu. Apalagi, puncak kemacetan selalu terjadi saat jam pulang kantor yang berdekatan dengan waktu menunggu azan magrib.
"Kalau pengendara mobil berhentinya di pinggir jalan ya tak apa-apa, kalau agak ke tengah baru saya tegur. Namun, kalau saya menjaga lalu lintas terlalu lama, suka diomelin sama yang dagang. Katanya pembeli jadi enggak ada yang mau mampir," cetus Kuswidianto sambil tertawa.(J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved