Warga Lebih Suka Terminal Bayangan

MI
20/6/2016 07:55
Warga Lebih Suka Terminal Bayangan
(MI/SUMARYANTO)

MESKI sudah kerap ditertibkan, keberadaan terminal bayangan tetap saja sulit diberantas. Apalagi menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan dimulai dua pekan lagi, terminal bayangan justru menjamur di mana-mana.

Di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, misalnya, bus-bus, baik jurusan dalam kota maupun luar kota, lebih banyak yang memilih mencari penumpang di luar Terminal Kampung Rambutan.

Cukup membayar 'uang jago' Rp10.000 ke seseorang yang bertindak sebagai timer, sopir bus dengan leluasa bisa memanfaatkan badan jalan selama sepuluh menit untuk berhenti guna menunggu penumpang.

Selain bus-bus berbadan bongsor itu, puluhan angkutan kota juga ikut mencari penumpang di sana. Alhasil kemacetan panjang di sekitar pintu masuk Terminal Kampung Rambutan pun tak terelakan.

Namun, di mata penumpang, hal itu justru memudahkan mereka ketimbang harus mencari bus di dalam Terminal Kampung Rambutan.

"Naik bus dari sini lebih gampang. Begitu turun dari angkot bisa langsung naik bus yang sudah menunggu," kata Laila, 28, salah satu penumpang yang hendak ke Kuningan, Jawa Barat, kemarin (Minggu, 19/6).

Hal senada juga disampaikan penumpang lainnya, Nuraini, 38. Selain lokasi terminal bayangan yang strategis, keberadaan calo yang beringas di Terminal Kampung Rambutan juga membuat penumpang lebih memilih mencegat bus di luar terminal.

"Calo-calo itu suka memaksa penumpang. Kalau di sini (terminal bayangan) bisa langsung naik bus, enggak ditarik-tarik calo," ujarnya.

Para penumpang di terminal bayangan, katanya, juga membayar ongkos yang besarnya sama dengan tiket yang dijual di dalam terminal.

Saat dimintai pendapatnya, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyatakan penertiban terminal bayangan di seluruh DKI akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun.

Ia mengakui jajarannya tak bisa menertibkan seluruh terminal bayangan hingga saat Lebaran nanti. Mereka akan fokus pada pengamanan dan pengawasan armada selama arus mudik dan arus balik. "Belum bisa kita tertibkan semua, tetapi kita jalan terus, semaksimal mungkin," katanya.(Mal/Put/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya