TROLI belanja yang didorong Sela, 38, sudah tidak mampu lagi menampung barang belanjaan. Namun, mata ibu dua anak itu masih menyapu seisi ruangan, mencari barang belanjaan yang belum ia dapatkan. "Masih harus beli sirup lagi buat parcel keluarga dan tetangga," ujar Sela saat ditemui di Hypermart Pejaten Vilage, Jakarta Selatan, kemarin. Belanja telah menjadi kesibukan Sela dan sebagian besar warga Ibu Kota mendekati Hari Raya Idul Fitri. Lesunya kondisi makro perekonomian seperti tidak terlihat.
Apalagi, pengelola pusat perbelanjaan menyiasati hal itu dengan iming-iming potongan harga. "Ini sama-sama enak (rasanya), yang ini 25%, yang ini 27%, oke yang ini saja," ujar Sela sembari mengambil 8 sirup yang berdiskon 27%. "Beda Rp1.000 atau Rp2.000 itu penting. Biar sedikit bedanya kalau beli banyak, kan lumayan perbedaannya, yang penting diskon," tambah Sela.
Mal dan pusat-pusat perbelanjaan pun tidak pernah sepi. Arena Jakarta Fair Karnaval (JFK) Kemayoran 2015, misalnya, terus dipadati pengun jung. Suasana yang sama terlihat di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jumat (3/7). Kawasan itu dipenuhi kendaraan roda empat yang mengantre memasuki lahan parkir Senayan City. Pengunjung mal membludak memasuki area midnight sale sejak pukul 21.00 WIB hingga 01.00.
Karen, 28, menuturkan ia mendatangi midnight sale karena harganya sangat meringankan. "Diskonnya lumayan. Barang- barang yang didiskon juga bagus-bagus," ujarnya seraya melihat-lihat beberapa helai baju dan sepatu berbanderol diskon 50% di salah satu gerai. Pengunjung lain, Tyas, mengatakan ia sangat terbantu dengan adanya diskon di saat harga-harga membumbung tinggi menjelang Lebaran.
Antusiasme masyarakat terhadap potongan harga diakui pengelola pusat perbelanjaan. Boyson, Deatman Manager Front End Hypermart Pejaten Vilage, mengatakan pengunjung mulai ramai sejak pekan lalu saat promo mingguan menjelang Lebaran dimulai. "Diskonnya beragam hingga 80%. Promo ini sudah sejak minggu lalu, cuma minggu ini lebih ramai karena kan masyarakat sudah dapat tunjangan hari raya, ini paling ramai," ujar dia, kemarin.
Selain di Hypermart, promo menjelang Lebaran juga datang dari mal-mal lewat gelaran belanja tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015. Cibubur Junction, salah satu mal, juga mengadakan program berburu diskon. "Kami mengadakan shopping marathon, belanja dari pukul 07.00 hingga pukul 00.00," kata Mahdor, Marketing Communication Manager Cibubur Junction.
Animo masyarakat untuk berbelanja menjelang Lebaran pun tidak terbendung. Kesulitan ekonomi, diakui Mahdor, memang ada penga ruhnya. "Tetapi tidak banyak. Buktinya animo belanja tetap naik, antusiasme masyarakat juga meningkat," ujarnya General Manager Marketing Senayan City, Halina, mengatakan menjelang Lebaran lesunya perekonomian terasa.
Meskipun enggan merinci besarannya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman bahkan mengaku omzet penjualan pengusaha makanan dan minuman bertambah sejak Mei lalu dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.