Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK menjelang Ramadan, trotoar yang membentang di seberang Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, telah dipenuhi pedagang bingkisan Lebaran atau parsel. Kondisi seperti itu telah terjadi sejak tahun 70-an, sehingga warga Ibu Kota maupun beberapa daerah mengenal kawasan tersebut sebagai pusat perdagangan parsel dan bahan-bahannya.
Berbagai jenis parsel dijual di lokasi yang masih berada di sekitar kawasan elite Menteng itu. Ada parsel yang terdiri dari aneka makanan ringan, kue, ada pula berupa peralatan makan dan minum dari keramik, bahkan pigura.
Harganya pun bervariasi, tergantung pada jenis dan kualitas. Parsel berisi makanan ringan harganya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, peralatan makan sekitar Rp400 ribu, sedangkan parsel pigura berkisar antara Rp1,3 juta sampai Rp2 juta.
Tingginya aktivitas perdagangan parsel selama Ramadan hingga Lebaran membuat para pedagang seolah berlomba memajang dagangan mereka agar terlihat lebih mencolok. Trotoar selebar 5 meter yang menjadi hak pejalan kaki pun mereka serobot untuk membangun sekitar 68 kios sekaligus menempatkan dagangan.
Kini, para pedagang beromset puluhan juta rupiah per hari itu harus bersiap meninggalkan lokasi yang mereka tempati secara ilegal tersebut. Sebab, Pemerintah Kota Jakarta Pusat hari ini dijadwalkan bakal menertibkan kawasan itu dan memindahkan mereka ke sekitar Jalan Penataran dan Cikini Gold Center, yang tidak jauh dari lokasi sekarang.
Camat Menteng Ahmad Pahrie mengatakan, sejak tahun lalu pihaknya telah memperingatkan kepada para pedagang agar pindah ke tempat yang telah disediakan. Bahkan, pedagang telah sepakat bahwa Lebaran 2015 merupakan yang terakhir kali mereka berjualan di trotoar Jalan Pegangsaan.
"Sudah dari tahun lalu diberi peringatan dan mereka sepakat tahun kemarin yang terakhir. Ternyata tahun ini masih saja berdagang di sana," kata Pahrie. Kini pedagang tinggal memilih salah satu lokasi yang mereka inginkan.
Terkait rencana penertiban, salah seorang pedagang parsel, Ali Yusro, 40, menyatakan keberatan. Selain beralasan perdagangan parsel akan segera ramai, ia berkilah tawaran pindah lokasi baru muncul setelah ia mendirikan lapak di trotoar Jalan Pegangsaan.
"Biasanya dua minggu sebelum Lebaran ramai pembeli. Kalau pindah, nanti tidak ada yang beli," ujarnya.
Ia juga menyatakan, aktivitasnya di trotoar tidak merampas pejalan kaki, lantaran dari 5 meter lebar trotoar, pedagang masih menyisakan 1 meter untuk dilintasi warga. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved