Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANGAN tempat salat yang kumuh, sempit, dan panas di pusat perbelanjaan di Jakarta perlahan-lahan mulai bergeser. Dua tahun lalu, umat Islam yang ingin menunaikan kewajiban salat saat berada di pusat perbelanjaan harus mengantre karena ruangnya sempit, panas, dan kumuh. Sarananya sangat minimalis, padahal umat Islam mayoritas di Indonesia. Sebenarnya sarana ibadah bukan untuk pengunjung saja, tetapi juga untuk pegawai pusat perbelanjaan tersebut.
Kini, pengelola pusat perbelanjaan mulai berbenah. Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta terus meningkatkan fasilitas tempat ibadah dan prasarananya yang bersih dan nyaman. Begitu pula saat memasuki bulan suci Ramadan, kegiatan rohani sampai penyajian takjil atau hidangan berbuka puasa tak lupa disediakan pengelola secara gratis.
"Adanya tempat ibadah yang bersih dan nyaman di mal sebenarnya juga mempromosikan mereka. Kita tidak ragu untuk datang berbelanja karena yakin fasilitas ibadahnya tersedia," ungkap Yudha Agusta, 40, yang tengah berbelanja untuk keperluan Lebaran di pusat perbelanjaan Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat, kemarin.
Yudha yang merupakan warga Menteng mengaku sering berbelanja atau mengajak keluarganya makan di pusat perbelanjaan yang dia tahu memiliki tempat salat yang bersih.
Salah satunya ialah Grand Indonesia Shopping Town. Pusat perbelanjaan yang direnovasi total dari Hotel Indonesia itu memiliki lima musala dan satu masjid yang disediakan pengelola. Kebersihan fasilitas terjaga dan dilayani dua petugas ramah di tiap musala.
"Memang tidak di tiap lantai disediakan tempat salat, tapi ini cukup baik. Hanya petunjuk adanya musala perlu diperbanyak agar pengunjung mudah menjangkaunya. Kalau saya sudah sering jadi hafal," ujar Yudha.
Keberadaan tempat ibadah di Grand Indonesia Shopping Town itu dapat ditemukan di lantai 5, lower ground, dan lantai 6, untuk gedung bagian West Mall. Lalu lantai 3 di East Mall dan lantai 6 di Menara BCA. Adapun masjid berada di lantai 10 Gedung West Mall. Seluruh tempat salat atau musala dan masjid di sana diberi nama At-taqwa.
Meski bagian dari fasilitas umum, musala tampak begitu terurus. Kebersihan tempat ibadah sangat dijaga mulai luar sampai bagian dalam. Tempat wudu dipisahkan bagi pria dan wanita. Di tempat itu, pengelola mulai memperhatikan pengunjung. Selain cukup bersih, tempat wudu dilengkapi sebuah kursi permanen dari batu, gunanya untuk manula yang tidak kuat berdiri lama mengambil air wudu.
Deni Gustiawan, pengurus musala dan Masjid At-taqwa, mengatakan kebersihan tempat ibadah dijaga setiap hari oleh empat petugas. Di tiap musala, petugas dibagi menjadi dua sif, yakni satu pria dan wanita. Musala beroperasi dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
"Mereka (petugas jaga) memang khusus untuk menjaga kebersihan dan melayani pengunjung yang akan beribadah. Seluruh layanan tersebut kita berikan secara gratis. Musala rata-rata bisa menampung 100 orang, kecuali yang di basement 3 (Gedung East Mall), bisa digunakan lebih dari 150 orang," kata Deni, Selasa (30/6).
Masjid At-taqwa difungsikan hanya sekali dalam sepekan. Biasanya peruntukannya ialah kegiatan salat Jumat. Masjid didirikan di lantai 10 tepat di tengah area parkir mobil secara tidak permanen. Bangunan masjid menggunakan tembok yang dapat dibongkar pasang, kecuali tempat wudu yang permanen.
Sarana ibadah yang bersih dan nyaman juga bisa dijumpai di Mal Senayan City. Edi, salah satu pengurus musala di sana, menerangkan petugas mengutamakan kebersihan tempat ibadah. Dalam sehari, setidaknya tempat ibadah dibersihkan secara menyeluruh sebanyak dua kali.
Di Senayan City ada empat musala, yakni di lantai B1A, LG, B1, serta P6. Perlengkapan salat secara rutin dibersihkan tiap dua hari sekali. "Bedanya musala di sini (LG) dengan lantai lain ialah penyekat ruangan. Kalau di sini, jemaah pria dan wanita dipisahkan tembok, tapi kalau lantai lain penyekat bongkar pasang. Rata-rata, luas ruangan sama. Kita juga terus adakan pengajian tiap hari saat Ramadan ini," ucap Edi.
Pengunjung Pasar Raya Blok M juga bisa menikmati fasilitas masjid yang bersih dan nyaman. Nama masjidnya ialah Al Latief, ada di lantai 5 pusat perbelanjaan tersebut. Lokasi mudah ditemui karena bersebelahan dengan lift. Untuk menuju masjid, pengunjung harus menggunakan lift ke lantai 5. Nama masjid Al Latief terpampang jelas di dinding sebelah kanan.
Pusat perbelanjaan lain yang menyediakan fasilitas musala yang bersih dan nyaman antara lain Lotte Shopping Avenue yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbaru di Jakarta Selatan. Hampir di tiap lantai disediakan musala yang bersih dan nyaman. Juga, ada Mal FX di Jalan Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, dan Epicentrum Walk di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Namun, sayang, di kedua mal itu untuk mencapai musala pengunjung harus rajin bertanya karena minim petunjuk.
Di tempat terpisah, masjid dengan konsep yang sama ada di pusat perbelanjaan Kota Kasablanca. Terletak di basement, namanya Masjid Al Ikhlas yang dibangun pada 2013 dan dilengkapi tempat wudu yang cukup luas. Tempat ibadah di Mal Pejaten Village juga cukup bersih dan nyaman. Hanya, tempat wudunya sempit sehingga saat waktu salat tiba harus mengantre cukup panjang.
Di Bogor, Cibinong City Mall sebagai mal terbesar di sana belum menyediakan fasilitas ibadah yang nyaman. Hanya tersedia satu lokasi di lantai bawah. Fasilitas ibadah tidak sebanding dengan fasilitas toilet yang mewah.
Fasilitas gratis
Deni Gustiawan, pengurus Musala At-taqwa di Grand Indonesia Shopping Town, menjelaskan pengurus menyediakan sarung serta mukena, masing-masing sebanyak 10 dan 20 buah. Kondisi perlengkapan salat itu selalu terjaga bersih dan wangi.
"Mukena, sarung, dan sajadah terus kita bersihkan di laundry dua kali dalam seminggu. Pengunjung gratis menggunakannya," ungkapnya.
Astrid, 31, salah satu pengunjung, mengaku sering salat di sana karena mukenanya bersih dan wangi. Dia tidak khawatir jika berbelanja di sana akan meninggalkan salat.
Hal senada juga ditemukan di musala pusat perbelanjaan Senayan City, di Pasar Raya Blok M, dan hampir seluruh pusat perbelanjaan yang menyediakan sarana ibadah dan menggratiskan fasilitasnya, termasuk penitipan sepatu dan barang belanjaan pengunjung.
Salah satu pengunjung yang menunaikan salat di musala Senayan City, Dian, mengakui daya tarik pusat pembelajaran saat ini tidak hanya besarnya saja, tapi juga sarana ibadahnya dengan fasilitas laiknya hotel. "Mukenanya wangi terus, pakainya enak. Ruang tunggunya juga bagus, kayak di hotel. Jadi khusyuk salatnya," ungkapnya.
Diakui Dian, belum semua fasilitas publik sudah dilengkapi tempat ibadah yang cukup memadai. "Masih banyak mal yang menyediakan musala tapi apa adanya. Sudah kondisinya kurang bersih, posisinya ada di bawah tangga atau pojok parkiran. Padahal, orang banyak malas ibadah cuma karena tempatnya kurang nyaman," kilahnya. (DA/Nel/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved