Ahok Kesal Penjual Parsel Cikini Masih Gunakan Trotoar

Selamat Saragih
15/6/2016 18:49
Ahok Kesal Penjual Parsel Cikini Masih Gunakan Trotoar
(MI/Ramdani)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang pedagang parsel berjualan di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Karena keberadaan mereka membuat kemacetan di kawasan tersebut. Terlebih pedagang telah diberikan tempat berjualan.

"Itu sudah dari dulu saya sampaikan enggak boleh jualan. Mereka ngotot. Boleh enggak jualan sepanjang menjelang Lebaran? Saya bilang enggak boleh. Apa yang terjadi, langsung bikin macet," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/6).

Ahok menambahkan, dengan berjualan di trotoar akan menarik pedagang lainnya ikutan. Selain itu, pembeli juga lebih memilih untuk membeli yang berada di luar gedung.

"Mereka harus masuk ke dalam, tapi mereka ngotot mau berebut cegat pembeli. Yang kasihan yang patuh di dalam. Pembeli juga malas kan kalau di luar ada," ungkapnya.

Pedagang sudah diberikan tempat untuk berjualan yang layak. Pada penertiban tahun lalu, pedagang parsel Cikini direlokasi ke Jalan Penataran Ujung. Namun, memasuki bulan suci Ramadan ini, pedagang nekat berjualan kembali di trotoar.

"Nanti ke luar lagi dia. Itu yang bikin saya kesal. Saya kasih kaki maunya paha, paha maunya jantung," tegasnya.

Sebelumnya Camat Menteng Ahmad Fahri telah mendata pedagang parsel yang berjualan di trotoar Cikini. Tercatat sebanyak 68 pedagang yang sebagian besar beralasan hanya berjualan saat Ramadan saja. (Ssr/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya