JERITAN minta tolong dari seorang wanita yang duduk di kursi belakang sopir bus Murni Jaya A 7661 KC jurusan Kampung Rambutan-Merak, kemarin pagi, di ruas tol Semanggi, Jakarta Selatan, sontak membuat seluruh penumpang dan awak bus panik.
Awalnya para penumpang mengira ada aksi kejahatan, ternyata teriakan tersebut terlontar dari Yuliana, 30, wanita yang tengah hamil tua.
Warga Perumahan Bukit Serpong Indah, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, itu spontan berteriak lantaran air ketuban kandungannya sudah pecah. Bahkan, kepala sang bayi juga sudah terlihat.
"Tolong.... Tolong saya, Pak, Bu, Tolong bawa saya ke rumah sakit," pekik Yuliana sembari merintih menahan sakit.
Tanpa menunggu waktu lama, sopir meminta kernetnya turun dari kendaraan dan berlari menuju mobil Patroli Jalan Raya yang kebetulan terlihat berjalan pelan di sisi kiri tol. Saat itu sekitar 100 meter bus telah melewati pintu keluar tol Semanggi. Petugas langsung mengawal bus berjalan mundur agar bisa keluar melalui pintu tol Semanggi.
Bus kemudian masuk Kantor Polda Metro Jaya dan berhenti di depan IGD Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya. Tak lama kemudian terdengar tangis bayi dengan keras. Bayi berkelamin wanita dengan berat 2,9 kilogram dan panjang 45 cm lahir pukul 08.45 WIB, bertepatan dengan HUT ke-69 Bhayangkara. Bayi mungil itu akhirnya diberi nama Syahrini Murni Bhayangkariwati.
"Saya rasa nama itu ada makna dan artinya, paling tidak bisa berguna bagi bangsa, agama, dan negara," lirih Yuliana yang menyetujui nama pemberian dari diskusi Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Nandang Jumantara, Inspektur Pengawasan Daerah Polda Metro Jaya Kombes Didit Prabowo, dan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak.
Keceriaan juga tersirat di wajah Jumali, 32, suami Yuliana. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir taksi itu tidak mengira istrinya melahirkan lebih cepat daripada jadwal yang diperkirakan dokter.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang sempat mengunjungi bayi tersebut mengatakan pihaknya tidak memungut biaya persalinan. Yuliana dan bayinya pun akan menjalani perawatan pemulihan selama dua hari. (Golda Eksa/J-3)