Laju Calon Independen bakal Berat

02/7/2015 00:00
Laju Calon Independen bakal Berat
()
PEMILIHAN Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 masih lebih dari satu tahun lagi. Namun, pembicaraan peta politik untuk mencari pemimpin Ibu Kota belakangan telah hangat.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menyatakan kesempatan bagi calon independen untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) semakin berat akibat terbitnya Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU No 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi UU.

Dalam UU tersebut calon independen tidak hanya dituntut mengumpulkan sejumlah bukti fisik kartu tanda penduduk (KTP) sesuai perhitungan dari jumlah penduduk, tapi harus dilengkapi dengan surat dukungan. Jumlah KTP yang harus dikumpulkan pun bertambah menjadi 7,5% dari ketentuan UU No 1 Tahun 2015 yang hanya 4% untuk wilayah yang memiliki jumlah penduduk 6 juta hingga 10 juta jiwa, sedangkan waktu pengumpulan diperpendek dari batas maksimal 21 hari sebelum tanggal pendaftaran menjadi 28 hari sebelum pendaftaran.

Syarat untuk mencalonkan kepala daerah dari kereta partai politik (parpol) tidak direvisi ataupun diperberat. Arya menyatakan masih dalam produk hukum yang sama, parpol yang meraih minimal 20 kursi pada pemilihan legislatif atau setidaknya 25% perolehan suara, bisa langsung mengajukan satu pasang calon kepala daerah.

"Beda dengan independen yang harus mengumpulkan KTP sendirian, mungkin dibantu dengan segelintir relawan, parpol tidak bekerja sendiri. Mereka dapat 1 juta suara juga dibantu oleh ribuan relawan dari kader legislatif masing-masing. Ini dapat membunuh calon-calon independen. Mereka mungkin maju, tetapi akan gugur saat baru sampai tahap verifikasi data," kata Arya dalam Diskusi Publik Menakar Peluang Ahok sebagai Calon Independen, pekan lalu.

Meskipun demikian, ia melihat potensi calon petahana atau incumbent, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kuat dalam pertarungan di pilgub 2017. Sebab, Ahok telanjur mengeluarkan integritas dan semangat reformasi birokrasi yang sangat kuat dalam menjalankan roda pemerintahan.

Faktor gaya kepemimpinannya yang tidak kompromistis pun dianggap bertolak belakang dengan orientasi parpol sehingga Arya melihat Ahok lebih cocok maju sebagai calon independen.

"Pilgub 2017 akan sangat seru bila pesaing Ahok memiliki kesamaan karakter dengan dia, yaitu memiliki integritas, kejujuran, populer, serta kuat dalam karakter. Kalau tidak, saya kira akan lewat," tutur Arya. (Put/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya