Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pendidikan Kota Depok memprihatinkan kondisi program wajib belajar (Wajar) pendidikan 12 tahun akibat minimnya gedung sekolah menengah pertama negeri (SMPN) serta sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN).
“Bayangkan, dari 287 ribu siswa peserta ujian nasional (UN) tingkat SD, 120 ribu dintarannya diprediksi tidak bisa tertampung di SMP Negeri. Begitu pun dengan siswa SMP yang UN sebanyak 26.957 siswa hanya bisa tertampung 4.160 di SMA dan SMK Negeri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herrt Pansila Prabowo, Selasa (14/6).
Jumlah tersebut, lanjutnya, sama halnya dengan 5 persen dari penduduk Depok yang berjumlah 2,2 juta jiwa. "Ini merupakan suatu kondisi yang sangat memprihatinkan, yang perlu dibenahi dan ditanggulangi segera," tegasnya.
Hingga tahun ini, kata Herry, SMP Negeri di Depok hanya memiliki 26 gedung dan SMA serta SMK Negeri jumlahnya hanya 13 gedung. "Menghadapinya, sambung Herry, pemerintah daerah perlu melakukan penambahan ruang kelas belajar (RKB), membuat sekolah petang atau sekolah satu atap (SSA) untuk SMPN, SMAN dan SMKN,” paparnya.
Herry mengatakan dirinya telah menyampaikan tentang keterbatasan daya tampung SMPN, SMAN dan SMKN ini kepada Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, termasuk alternatif yang akan dilakukan yakni pembuatan sekolah petang agar siswa miskin bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri sekaligus menghindari angka putus sekolah di Depok. "124.160 anak bakal putus sekolah kalau dicarikan solusinya," terang Herry.
Menurut dia, tahun ini, Pemerintah Kota Depok bakal menambah delapan sekolah yang terdiri, empat SMPN dan empat SMAN dan SMKN, belajar mengajar memanfaatkan gedung SDN. “Kami akan optimalkan gedung gedung SDN dan memaksimalkan daya tampung. Kami juga bakal menghapus SDN yang proses belajar mengajarnya disiang hari,“ tandasnya.
SMPN, SMAN dan SMKN yang bakal dijadikan sekolah petang atau SSA antara lain, SDN Pondok Petir 3, Kecamatan Bojongsari, SDN Harjamukti 3, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, SDN Mekar Jaya 31, Kecamatan Sukma Jaya, serta SMPN 23.
“Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapok) Depok, Angka partisipasi kasar (APK), warga Depok yang bersekolah di SMPN Depok masih 76 persen sementara APK untuk SMAN dan SMKN baru 54 persen. Karena itulah kami tambah RKB dan sekolah siang, mengurangi angka putus sekolah,“ jelas Herry.
Menurut dia, jumlah ideal SMPN untuk Depok adalah 50 buah dengan per sekolah memiliki 16 ruang kelas . Sedangkan untuk SMAN dan SMKN sekitar 25 dengan ruang kelas sama yakni 16. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved