Bekas Jalur Three In One Jadi Prioritas Sterilisasi Jalur TransJakarta

LB Ciputri Hutabarat
13/6/2016 11:38
Bekas Jalur Three In One Jadi Prioritas Sterilisasi Jalur TransJakarta
(Antara/Aprilio Akbar)

STERLISASI jalur TransJakarta kembali ditegakkan per hari ini, Senin (13/6). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan sterilisasi jalur TransJakarta akan dilakukan pada 12 koridor. Namun, tetap diprioritaskan bagi jalur yang tadinya bekas jalur three in one.

"Kita pengen minimal jalur three in one dan jalan dekat proyek Semanggi (sterilisasi penuh)," kata Ahok di Balai Kota, Senin (13/6).

Jalur three in one menjadi prioritas mengingat kemacetan berada pada titik-titik tersebut. Terlebih lagi Ahok menyebut saat ini sedang banyak proyek seperti pembangunan Simpang Susun Semanggi dan Mass Rapid Transit (MRT) yang membikin macet Jakarta.

"Jadi mau enggak mau macet," ujar Ahok.

Ahok menegaskan bakal membiarkan kendaraan pribadi terkena macet di jalanan. Dengan pemberlakuan sterilisasi ini, diharapkan warga yang terkena macet di jalan kapok dan beralih menggunakan bus TransJakarta yang jalurnya sudah steril dari kendaraan pribadi.

"Jadi kami perhitungkan kalau Blok M-Kota tidak macet hanya menempuh satu jam saja. Siapa yang enggak mau (naik bus TransJakarta) kalau secepat itu?," ungkap dia.

Mantan Bupati Beliung Timur itu mengaku sudah mendapat persetujuan Direkorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya untuk menghilangkan diskresi polisi yang memasukkan kendaraan ke jalur TransJakarta. Polisi diharapkan memberi surat tilang bagi pengendara yang meneroboa masuk.

"Pasti ada tilang biru dari polisi. Kita usahakan ada penjaga juga. Yang belum ada seperator perlahan saja," terang dia.

Diketahui sterilisasi jalur TransJakarta itu diikuti dengan kebijakan yang membiarkan sejumlah kendaraan darurat melewati jalur TransJakarta.

Jalur TransJakarta pun diubah menjadi jalur evakuasi. Hanya kendaraan presiden, menteri, kendaraan ambulan, serta kendaraan pemadam kebakaran yang diperbolehkan melintas.

"Menteri boleh asal pakai pelat RI bukan pelat B. Tapi itu pun saya pikir terlalu berbahaya dan mereka pasti pikir ulang," ucap Ahok, beberapa waktu lalu. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya