Terminal Pulogebang Belum Siap Layani Arus Mudik

Gana Buana
12/6/2016 16:46
Terminal Pulogebang Belum Siap Layani Arus Mudik
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)

KESIAPAN Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melayani penumpang mudik lebaran 2016 dipertanyakan. Pasalnya, terminal khusus kendaraan angkut mudik lebaran 2016, Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, hingga saat ini belum siap.

Berdasarkan pemantauan, saat ini bangunan megah di atas lahan seluas 14 hektare terlihat sepi. Meski secara resmi terminal tersebut sudah dibuka namun aktifitas di dalamnya belum terlihat. Hanya terdapat satu dua mobil angkutan umum sejenis mikrolet berlalu-lalang di dalamnya.

Selain itu, belum ada rambu-rambu penanda yang dikhususkan bagi calon penumpang. Padahal, rambu penanda tersebut diperlukan agar penumpang tak tersesat saat menunggu kedatangan bus di area terminal yang luas.

Sebagai terminal terbesar di Asia Tenggara, gedung terminal ini ini dibuat dua tingkat yang diprediksi mampu menampung sebanyak 2.977 bus Angkutan Kota Angkutan Provinsi (AKAP). Secara kelengkapan fasilitas, memang terminal ini sudah dilengkapi kecanggihan sistem IT seperti closed circuit television (CCTV), pintu sensor, elevator, serta lift yang terdapat di empat blok yang sudah disediakan. Namun, kelengkapan fasilitas tersebut nampak tidak terawat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sebetulnya kesiapan Terminal Pulogebang sedang menunggu tahap penyempurnaan. Sebab terminal tersebut terhitung sudah 4 tahun terbengkalai.

Banyak fasilitas yang memang butuh perawatan seperti halnya kendala sistem, seperti sistem Informasi Teknologi (IT) pemantau kamera CCTV yang belum berkomunikasi dua arah untuk mengatur keluar masuk bus serta belum maksimalnya pengisian genset ketika listrik mati.

"Itu tinggal penyempurnannya, sudah kami lakukan perawatan sejak 3-4 bulan yang lalu," ungkap Andri, Minggu (12/6).

Andri mengatakan, adapun permasalahan lain adalah masalah teknis. Pihaknya sedang menyiakan marka jalan dan rambu penunjuk arah di area terminal. Agar, nantinya saat memasuki arus mudik lebaran calon penumang tidak kebingungan mencari tempat menunggu kedatangan bus.

"Di area terminal yang besar nanti kita akan pasangi penunjuk arah, mana keberangkatan sopir dan penumpang. Sebab, calon penumpang harus tahu tempat menunggu bus adanya di bawah, bagian atas hanya kendaraan diperuntukan untuk lintas kendaraan," jelas dia.

Selain itu, Andri mengakui kelengkapan keamanan pun belum memadai. Sebab, dari rencana pemasangan 200 titik lampu Penerang Jalan Umum (PJU) di area terminal masih kurang 40 titik. Selain itu, pihaknya juga masih kekurangan personil keamanan.

"Idealnya sih 100 personil namun ini baru ada 21 personil keamanan, untuk PJU sudah ada CSR yang bersedia bantu dan sedang menunggu hasil pemenang lelang," jelas Andri

Sementara itu, kata Andri, saat ini di Terminal Pulogebang memang belum bisa ditentukan pembagian letak loket PO. Sebab, pihaknya baru akan memanggi perwakilan perusahaan PO, Senin (13/6) siang. Sehingga, masyarakat pun belum bisa membeli tiket bus saat ini.

"Untuk trayek baru disediakan jurusan Jawa Tengah dan Timur, namun PO mana saja yang bisa masuk ke terminal baru kami rapatkan besok, setelah itu barulah penumpang bisa antre membeli tiket di loket yang sudah disediakan, ada sekitar 74 PO," jelas Andri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya