TIGA terminal utama, yakni Kampung Rambutan dan Pulo Gadung di Jakarta Timur serta Terminal Kalideres di Jakarta Barat, siap melayani arus mudik tahun ini. Sembilan terminal bantuan juga disiapkan guna memfasilitasi pemudik untuk pulang ke kampung halaman.
Kesembilan terminal bantuan tersebut ialah Terminal Tanjung Priok, Tanah Merdeka, dan Muara Angke di Jakarta Utara, Terminal Pinang Ranti, Rawama-ngun, dan Pulo Gebang di Jakarta Timur, Terminal Pasar Minggu di Jakarta Selatan, serta Terminal Rawa Buaya dan Grogol di Jakarta Barat.
"Loket-loket dan toliet sudah direhab dan dirapikan. Posko terpadu seperti posko kesehatan, posko keamanan akan kami dirikan. Kalau tidak Kamis (2/7), Jumat (3/7). Apalagi puncak arus mudik semakin dekat," jelas Kepala Terminal Kampung Rambutan Laudin Situmorang di kantornya, kemarin.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan para pengusaha otobus (PO) yang ada di Terminal Kampung Rambutan untuk mempersiapkan bus tambahan jika ada pelonjakan penumpang. Dari 52 PO, semuanya menyatakan kesiapan mengantisipasi lonjakan penumpang.
Pihaknya juga memastikan bus yang digunakan untuk mengangkut para pemudik laik jalan. Pihaknya mengaku telah melakukan pengecekan secara berkala terhadap kondisi bus "Jika ditemukan bus tidak laik jalan, kami kembalikan ke PO dan tidak boleh beroperasi di sini," jelasnya.
Hal senada ditegaskan Komandan Regu Terminal Bus AKAP Pulo Gadung, Jakarta Timur, Lidin Simanullang. Bahkan untuk ruang menyusui balita sudah disiapkan. Untuk Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada arus mudik tahun ini dipindah ke Pasar Jumat karena di lokasi terminal itu sedang ada proyek MRT.
Tes urine Selain kesiapan armada bus, para awak bus juga diwajibkan melakukan tes urine. Itu untuk memastikan para awak bus bebas dari pengaruh narkoba atau alkohol.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Benjamin Bukit menegaskan keharusan tes kelayakan kendaraan angkutan Lebaran.
Tak hanya itu, tes urine untuk mengetahui kadar alkohol serta narkoba terhadap sopir-sopir armada pun turut dilakukan.
"Ada uji urine, uji alkohol. Kemudian ada uji kelayakan jalan armada. Kalau itu sudah bisa dipenuhi, baru busnya berangkat," kata Benjamin di Balai Kota DKI, kemarin.
Bus angkutan malam hari juga disediakan di tiga terminal utama. Para penumpang tidak perlu khawatir untuk angkutan penyambung dari terminal ke rumah mereka. Mal/Put/Nel/J-3