Peh Cun,Ekspresi Syukur Kemajemukan

MI
10/6/2016 08:30
Peh Cun,Ekspresi Syukur Kemajemukan
(ANTARA/Lucky R.)

PERAYAAN Peh Cun yang digelar di bantaran Sungai Cisadane, Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang, Banten, kemarin (Kamis, 9/6), berlangsung meriah.

Ribuan warga kota Tangerang tumpah ruah menyaksikan perayaan Peh Cun yang digelar satu tahun sekali oleh warga Tionghoa Tangerang yang biasa disebut Cina Benteng untuk menghormati salah seorang pemimpin mereka, Khut Gwan (Qu Yuan).

"Tradisi Peh Cun ini kami gelar setiap tahun. Tapi khusus tahun ini punya makna tersendiri karena digelar di tengah kekhusyuk-an saudara kami yang sedang berpuasa," kata Oey Tjin Eng, humas perkumpulan keagamaan dan sosial Boen Tek Bio.

Bukan sekadar ekspresi syukur atas kemajemukan, sambung dia, perayaan kali ini juga untuk tetap menghidupkan ajaran moral pada para pemimpin agar senantiasa membela kepentingan rakyatnya.

Perayaan Peh Cun bermula dari kisah Qu Yuan, seorang menteri yang hidup di tahun 339 SM-227 SM, yang memilih bunuh diri dengan cara melompat ke Sungai Miluo karena tak mau mengkhianati rakyatnya. Menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.(SM/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya