Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JANGAN pernah mengambil yang bukan hak kita. Itulah yang seolah diajarkan Mulyadi, petugas cleaning service Mal Kota Kasablanka yang menemukan tas berisi uang Rp100 juta, tetapi memilih menyerahkan kepada customer service agar bisa kembali kepada pemiliknya.
Karena kejujurannya itu, laki-laki asal Lampung tersebut, kemarin, memperoleh penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa pin 'Berani Jujur Hebat' dan buku-buku tentang antikorupsi.
Namun, anak keempat dari tujuh bersaudara itu menolak penghargaan berupa kenaikan jabatan menjadi pengawas yang diberikan perusahaan tempatnya bekerja, PT SJS. "Saya belum siap (naik jabatan). Tanggung jawabnya besar," ujar lajang berusia 32 tahun itu ketika ditemui.
Peristiwa yang kemudian menyedot banyak perhatian itu terjadi pada 26 Mei siang. Saat itu, seorang laki-laki pengunjung mal masuk ke salah satu toilet di ground floor (GF) Mal Kota Kasablanka untuk buang air kecil dan membasuh muka.
Namun, saat meninggalkan toilet, laki-laki tersebut ternyata lupa membawa kembali tas kulit warna cokelat yang diletakkannya sebelum membasuh muka.
Mulyadi yang kebetulan tengah membersihkan toilet kemudian mengambil tas tersebut. Di toilet tersebut sudah tidak ada orang sehingga ia tidak bisa menemukan pemiliknya. Tas kulit itu pun selanjutnya ia serahkan kepada petugas customer service mal.
Sejak di dalam toilet hingga sampai ke meja petugas customer service, tidak tebersit sedikit pun keinginannya untuk membuka tas tersebut, sekadar mengetahui isinya.
"Ternyata, pas dicek (oleh petugas customer service) di dalamnya ada uang Rp100 juta," ujar petugas kebersihan berpenampilan rapi itu.
Laki-laki yang sudah setahun lebih bekerja di PT SJS itu mengaku tidak punya niat sedikit pun untuk membuka tas yang ia temukan, apalagi mengambil isinya, karena sejak kecil kedua orangtuanya di kampung halaman selalu menanamkan agar ia selalu berbuat jujur.
"Didikan dari orangtua dan manajemen PT SJS menekankan bahwa jujur adalah hal utama dalam bekerja," tuturnya.
Karena itu pulalah, Mulyadi menolak hadiah berupa kenaikan jabatan dari PT SJS karena menurutnya kejujuran sebenarnya tanpa pamrih, apalagi berharap imbalan.
Namun, ia tidak menolak ketika para pejabat di perusahaan tempatnya bekerja mengajaknya makan malam bersama. Baginya, bisa bersantap malam satu meja dengan presiden direktur PT SJS dan sederet petinggi perusahaan itu sudah merupakan penghargaan yang lebih dari cukup.
Apalagi, selama ini Mulyadi tidak pernah bermimpi memperoleh penghargaan seperti itu. "Bagi saya sih, kerja apa saja saya jalani dengan ikhlas," ujarnya.(J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved