DINAS Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 7.923 unit bus reguler untuk antisipasi lonjakan penumpang arus mudik dari Jakarta tahun ini. Selain itu, disiapkan juga sekitar 490 bus bantuan dengan rincian sebanyak 275 bus pariwisata dan 215 bus kota. Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubtrans DKI Jakarta, Emmanuel Kristanto, mengatakan, dari hasil rapat koordinasi bersama dengan operator bus dan instansi terkait, disepakati pihaknya menyiapkan sarana angkutan Lebaran.
Bahkan persiapan angkutan untuk Lebaran tahun ini telah mencapai 100%. "Kita sudah rapat dengan DPD Organda, Ditjen Perhu-bungan Darat, dan internal Dishubtrans seperti UPT Terminal, UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), serta Kepala Suku Dishubtrans di lima wilayah," katanya, di Jakarta, kemarin. Menurut Emmanuel, dari hasil rapat koordinasi itu, diputuskan jumlah angkutan Lebaran yang disiapkan tahun ini total 7.923 unit dengan rincian 2.469 bus AKAP DKI dan 5.454 unit bus AKAP non-DKI.
Di Kota Depok, hingga saat ini Terminal Tipe A Jati Jajar Kota Depok belum bisa digunakan untuk arus mudik dan balik. Pembangunan terminal sejak 2008 itu terbengkalai karena pembebasan lahan. Kepala bidang lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Eddy Suparman mengatakan terminal Jati Jajar baru bisa untuk arena parkir bus AKAP, AKDP, dan angkot. "Jadi tempat parkir untuk mengantisipasi penumpukan bus yang parkir di Jalan Raya Bogor," tandas Eddy.
Tidak ada tilang saat mudik Kapolres Kota Bekasi Ko-misaris Besar Daniel Tifaona mengimbau aparat satuan lalu lintas di wilayahnya tidak melakukan tilang saat mudik Le-baran. Hal ini dilakukan agar menghindari kecelakaan. "Jangan sampai pemudik menghindari aparat yang sedang jaga malah celaka. Makanya tidak ada tilang di jalur mudik di Kota Bekasi," ungkapnya, kemarin.
Menurut Daniel, dirinya sudah meminta jajaran Satlantas agar mengedepankan rindakan preventif terhadap pemudik yang melanggar aturan lalu lintas. Seluruh jajaran diwajibkan mendukung penuh kegiatan mudik masyarakat untuk pulang dan bersilaturahim ke kampung halaman mereka. Untuk kesalahan ringan yang sifatnya tidak mengancam keselamatan pengendara lain dan dirinya, polisi disarankan hanya melakukan sanksi berupa teguran lisan.
"Di sini kami ingin meng-amankan dan bukan jadi ancaman buat warga," ujar-nya. Tidak hanya itu, pihaknya telah mempersiapkan sekitar 1.100 personel untuk menjaga kondusivitas jalur mudik di wilayah setempat. Pihaknya pun akan membuat 23 pos polisi dengan jarak 700 meter per pos di sepanjang jalur mudik. "Pos tersebut dalam rangka meminimalkan dampak kecelakaan. Semakin dekat posnya akan semakin waspada pemudik. Pemudik pun bisa beristirahat," tukasnya.