Kabel Sinyal Putus, Kereta Commuter Tertahan 2,5 Jam

Gana Buana
09/6/2016 13:57
Kabel Sinyal Putus, Kereta Commuter Tertahan 2,5 Jam
(Dok. MI)

SEUTAS kabel sinyal kereta listrik (Krl) di kilometer 22+9, perlintasan Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, putus, Kamis (9/6) pagi. Diduga, penyebabnya adalah kebakaran dari tumpukan sampah konveksi di bawah flyover Kampung Rawa Bebek.

Laras, 35, saksi mata kejadian mengatakan, tumpukan sampah konvesi tersebut memang sudah lama ditimbun seorang warga di kolong flyover. Sampah tersebut berisikan potongan kain yang tersimpan di dalam karung berwarna putih.

"Di sekitar lokasi ada pemukiman pemulung, sepertinya sampah tersebut memang ditimbun oleh mereka di kolong flyover dekat perlintasan kereta," ungkap Laras, Kamis (9/6).

Laras mengatakan tumpukan karung kain bekas tersebut sudah lama sengaja ditimbun. Biasanya, potongan kain tersebut digunakan penduduk sekitar untuk membuat bantal atau kasur.

"Sepertinya untuk isian pembuatan bantal dan kasur, tapi saya juga kurang tahu," ungkap dia lagi.

Selain itu, Nurhayati, 47, warga sekitar mengatakan, api mulai muncul pada tumpukan sampah konveksi tersebut usai waktu makan sahur, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu ada beberapa anak-anak bermain petasan di sekitar lokasi.

Jenis petasan korek yang dilempar anak-anak tersebut rupanya tidak sengaja mengenai timbunan sampah konveksi. Material sampah konveksi yang mudah terbakar kemudian langsung membuat api besar.

"Warga sekitar sempat mencoba memadamkan api, namun bukannya padam, api malah membesar," ujar Nurhayati.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, api mulai membakar tumpukan sampah sekitar pukul 05.30 WIB. Dengan cepat api membesar lantaran material tumpukan sampah konveksi mudah terbakar.

Lidah api yang membesar seketika menyambar kabel sinyal KRL tepat berada di atasnya. Kabel sinyal yang terbakar pun terputus.

Hal tersebut, membuat jadwal keberangkatan KRL dari Arah Stasiun Bekasi menuju Jakarta-Kota terhenti. Sebab, peristiwa tersebut berada di antara stasiun Kranji-Cakung. Akibatnya, ribuan penumpang dari Stasiun Bekasi menuju Jakarta Kota dan sekitarnya menumpuk.

Anton, petugas pemadam kebakaran di tempat mengatakan, tiga unit mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan sejak pukul 06.00 WIB. Api yang sudah cukup besar membuat pihaknya kesulitan memadamkannya.

"Butuh waktu sekitar 2 jam untuk memdamkan api tersebut," jelas Anton.

Menanggapi hal ini, Manager Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunnisa menyampaikan permohonan maaf atas dampak gangguan operasional di lintasan KRL Bekasi.

Pasalnya, akibat putusnya kabel persinyalan perjalanan dari arah Stasiun Kranji-Cakung atau Cakung-Kranji tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Eva, hal tersebut segera dapat teratasi usai api yang membakar kabel tersebut dipadamkan. Teknisi pun langsung membetulkan kabel persinyalan yang sempat terputus.

"Kereta sudah bisa melintas sekitar pukul 08.00 WIB tadi. Namun, memang sempat ada penumpukan jadwal imbas dari tertahannya perjalanan kereta akibat peristiwa kebakaran tersebut," jelas Eva. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya