UNTUK mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan raya saat mudik Lebaran, masyarakat diimbau menggunakan transportasi publik atau memanfaatkan program mudik gratis. Pemerintah melalui program mudik gratis Mudik Bareng BUMN menyinergikan beberapa BUMN terkait untuk memberikan layanan mudik.
Salah satunya program mudik gratis yang digagas PT Pelindo III dengan menggandeng PT Pelindo IV untuk pelabuhan keberangkatan di Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Balikpapan. PT Pelindo III juga mengajak PT Pelni sebagai pemilik armada kapal laut dan Perum DAMRI yang memiliki armada bus untuk menjemput dan mengantar masyarakat ke kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Program mudik gratis Pelindo III yang bersinergi dengan BUMN lain ini untuk memudahkan para penumpang kapal laut yang jalan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi darat hingga selamat sampai kota tujuan," kata Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto, kemarin. Pendaftaran program mudik bareng Pelindo III tersebut dibuka mulai 3 Juli 2015 hingga kuota terpenuhi melalui posko-posko pendaftaran di terminal penumpang kapal laut di pelabuhan keberangkatan pemudik, yakni Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Kumai.
Selain kapal Pelni, TNI-AL mengerahkan dua armada mereka untuk mudik, yakni KRI Surabaya-591 dari unsur Koarmatim Surabaya dan KRI Banda Aceh-593 dari unsur Kolinlamil Jakarta. KRI Surabaya melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta-Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. KRI Banda Aceh beroperasi untuk rute Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Untuk menarik minat masyarakat menggunakan kereta api, PT Kereta Api Indonesia (persero) menurunkan tiga tarif kereta api (KA) yang berlaku selama masa angkutan Lebaran mulai 19 Juni 2015. Ketiganya ialah KA Argo Lawu, Mutiara Timur, dan Ciremai. Penurunan tarif itu rata-rata berkisar Rp50 ribu hingga Rp15 ribu per tiket, tergantung kelas.