Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPEKAN sebelum Ramadan, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sangat semrawut. Bukan hanya kendaraan yang mengalami kemacetan, arus manusia yang berjalan kaki pun tersendat. Pedagang kaki lima (PKL) nekat menggelar dagangan di pinggir jalan. Namun, kemarin atau hari ketiga Ramadan dari pengamatan Media Indonesia, suasana di sekitar lingkar Pasar Tanah Abang cukup lengang. Mulai Pasar Tasik di Jalan Jati Baru tepat di seberang Stasiun Tanah Abang, trotoar sekitar terlihat sesuai dengan fungsinya. Padahal, sebelumnya, sebagian besar badan trotoar disesaki PKL liar sehingga memicu pejalan sedikit kesulitan melintas di lokasi lantaran harus turun ke jalan berbaur dengan kendaraan. Begitu pula dengan kondisi di sekitar depan Pasar Blok G dan Jalan Jati Bunder, tidak terlihat aktivitas PKL yang mengganggu kendaraan lewat.
Depan Pasar Blok A bahkan terlihat jauh lebih lengang dari biasanya. Dari pengalaman sebelumnya, baik saat hari biasa maupun hari besar, titik tersebut menjadi pusat kemacetan di sana. Jejeran pedagang di depan Pasar Blok A yang berdampingan dengan tumpukan kendaraan umum yang mengetem menjadi pemicu utama kemacetan di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Jati Baru, dan Jati Bunder, hingga Jembatan Tinggi. Kini, kawasan tersebut sudah jauh lebih lenggang karena titik-titik rawan PKL dan kendaraan umum yang mengetem itu dijagai puluhan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, serta kepolisian setempat.
Puncak pasaran
Sepi dan lenggangnya kawasan Tanah Abang saat ini, bagi Rina, 38, salah satu pedagang di Blok A Tanah Abang, ialah hal yang biasa karena sudah lewat puncak perdagangan di sana. Puncak pengunjung terjadi sebelum memasuki Ramadan. Sejak dua bulan hingga sebulan jelang bulan suci, konsumen sudah membeli barang. Kondisi itu berlaku bagi pembelian oleh pedagang eceran maupun pribadi. "Sebulan sebelum puasa untungnya paling enggak bisa dua kali lipat dari biasanya. Namun, sebenarnya sekarang bisa dikatakan masih bagus juga, cuma belum berani stok banyak kayak kemarin. Itung-itung sekalian ngabisin barang," kata dia, Rabu (8/6).
Pada dasarnya, sambung Rina, sudah menjadi tradisi kondisi demikian terus berulang tiap tahun. Tak ditampik pula, saat Ramadan biasanya kondisi di sekitar Pasar Tanah Abang cukup semrawut. Tidak hanya oleh pengunjung yang datang, situasinya dipicu munculnya PKL musiman di jalan. "Kalau lagi puasa kan yang dagang bukan cuma pedagang pakaian. Banyak juga yang jualan makanan atau dagangan lainnya. Jadinya di depan terus macet. Di dalam Pasar Blok A bisa dibilang stabil," ujarnya. Hal serupa juga dikatakan Netty, 45, salah satu pedagang pakaian di Pasar Tasik Jati Baru. Ia merasakan sempat kerepotan melayani pembeli dalam kurun waktu sebulan mendekati bulan suci Ramadan.
Saat ditanya apakah lonjakan pengunjung kembali terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri, ia mengaku tidak begitu optimistis. Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Iyan Sopian Hadi menegaskan, saat Ramadan, selalu dilakukan pengawasan khusus di Tanah Abang. Langkah nyatanya dengan penambahan jumlah personel. Selama Ramadan, setiap Senin-Jumat diturunkan sebanyak 60-70 petugas Satpol PP. Jumlahnya menjadi kurang lebih 80 petugas di Sabtu dan Minggu.
Pengawasan dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB. Kebijakan tersebut terus dijalankan kendati tidak terjadi lonjakan jumlah pengunjung saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Soal PKL di Tanah Abang, Iyan menyatakan pihaknya bertindak tegas bagi PKL yang memanfaatkan trotoar. Untuk kelancaran lalu lintas, pihaknya berkoordinasi dengan suku dinas perhubungan. Kendaraan umum yang mengetem segera dihalau. (J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved