Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah menegaskan tidak ada toleransi bagi armada eks Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Trans Jakarta (APTB).
Ditemui di Balai Kota, Andri menyatakan armada APTB tidak akan diizinkan melintas di dalam koridor bus TransJakarta. Begitu pula dengan menaikkan serta menurunkan penumpang. Awak bus hanya boleh menggunakan halte reguler yang berada di sisi kiri jalan.
"Nggak boleh dong. Itu kan konsekuensi dari surat edaran yang kita keluarkan," kata Andri, Rabu (8/6).
Andri pun menyatakan operator harus sabar menunggu sampai segala proses penghitungan kontrak pembayaran Rupiah per kilometer selesai diolah oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk bisa bergabung dengan TransJakarta.
"Ya mereka harus nunggu. Kalau mau masuk jalur ya harus kerja sama, butuhnya apa, ya di LKPP itu harus sudah semua. Tapi sekarang kan belum," tuturnya.
Andri pun membantah bahwa penumpang terlantar karena armada eks-APTB tidak melintas di dalam jalur khusus dan tidak melayani penumpang di dalam halte TransJakarta. Sebabnya, pihaknya akan memperbanyak rute bus TransJabodetabek untuk menggantikan APTB.
"Sekarang makin mantap kok. TransJabodetabek juga nanti rutenya akan lebih banyak kok. Sedang kita kaji. Tunggu saja," ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Humas PT TransJakarta Prasetya Budi. Prasetya menyatakan APTB harus mematuhi surat edaran yang dikeluarkan oleh Dishubtrans.
Ia pun menyatakan TransJakarta terbuka untuk bekerja sama dengan operator manapun. Sejauh ini ada PT Mayasari dan Perum PPD yang sudah siap untuk bekerja sama dengan TransJakarta.
Ia berharap penggantian APTB dengan TransJabodetabek yang dikelola PPD bekerja sama dengan Trans Jakarta dapat memberi pelayanan lebih baik.
"Harapan ke depan, semua jaringan rute yang selama ini dilayani oleh APTB bisa dilayani TransJakarta dengan tarif yang lebih murah dan sistem pengoperasian yang lebih teratur," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengajukan keringanan agar armada eks-APTB yang masih beroperasi di jalur reguler, bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di halte TransJakarta terdekat dari titik paling ujung rute.
Sebabnya, ia melihat masih banyak penumpang yang setia mengunakan APTB menunggu armada tersebut di dalam halte TransJakarta.
Perum PPD sendiri hingga kini masih mengoperasikan lima unit dari total 193 unit APTB yang beredar di 19 trayek. Mulai 1 Juni lalu APTB dilarang melintas di dalam koridor TransJakarta. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved