Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 50 pegawai di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi hanya bisa pasrah saat mereka diperintahkan berbaris terpisah saat apel pagi, kemarin (Senin, 6/6). Mereka dipisahkan lantaran dianggap tak punya rasa empati dan solidaritas dalam program 'Kepala Gundul demi WTP'.
"Bagaimana bisa saling menghormati, ini sudah berbicara soal solidaritas dan empati sesama pegawai," ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam apel pagi itu.
Program kepala gundul yang dikhususkan bagi pegawai laki-laki itu tengah gencar dikampanyekan Pemkot Bekasi dalam rangka memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas audit keuangan 2015 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.
Orang nomor satu dan dua di kota itu bahkan telah lebih dulu menggunduli kepala mereka sejak Rabu (1/6). "Padahal sejak Rabu (1/6), ribuan pegawai sudah bercukur hingga plontos, kenapa sekarang masih ada yang belum plontos? Ini bukti ketiadaan solidaritas," jelas Rahmat.
Ia menambahkan, jika para pegawai itu baru mulai menggunduli kepala mereka pada Selasa (hari ini), itu sudah telat karena BPK akan mengumumkan hasil audit mereka pada hari ini.
"Jelas sudah telat. Karena kalau baru mau gundul besok, kita sudah tak lagi membicarakan gundul kepala, kita akan memanjatkan rasa syukur atas apa pun hasil yang didapat," ujarnya.
Meski begitu, Rahmat belum yakin bakal memperoleh opini WTP tahun ini, sebab masih banyak faktor yang harus dibenahi secara administratif internal, seperti pendataan aset Kota Bekasi.
"Kalau tidak dapat tahun ini, mudah-mudahan 2017 bisa kita raih. Kalau pun tahun ini kita berhasil, ini sebuah keajaiban yang patut disyukuri," jelas Rahmat.
Berdasarkan pemantauan, 50 pegawai laki-laki terlihat membentuk barisan tersendiri yang berada di sudut lapangan. Meski ditutupi topi, rambut mereka terlihat menyembul keluar.
Sementara itu, ribuan pegawai laki-laki lainnya, mereka sudah memangkas habis rambut di kepala. Seusai upacara, mereka melepas topi dan tetap percaya diri dengan kepala gundul mereka. Mereka berbincang-bincang tanpa canggung satu sama lain, sembari sesekali digoda pegawai perempuan yang melintas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, Sajekti Rubiah, mengatakan pemisahan barisan itu dilakukan bukan dalam bentuk penjatuhan sanksi. Hal itu diterapkan sebagai bentuk solidaritas kepada pegawai lain yang telah menggunduli kepala. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved