Kelangkaan APTB Mulai Dikeluhkan

MI
07/6/2016 07:27
Kelangkaan APTB Mulai Dikeluhkan
(MI/GALIH PRADIPTA)

PELARANGAN angkutan perbatasan terintegrasi bus (APTB) masuk ke jalur Trans-Jakarta (busway) sejak 1 Juni lalu mulai dikeluhkan warga yang tinggal di daerah penyangga Jakarta. Jumlah armada yang bisa membawa masyarakat mengakses bus Trans-Jakarta masih sangat sedikit.

Hingga kemarin, baru tiga perusahaan yang bersedia menjadi operator APTB untuk bergabung di bawah naungan PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta).

"Sebelumnya ada enam operator, sekarang tinggal tiga yang melayani daerah perbatasan, yakni PT Bianglala, PT Mayasari Bakti, dan Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD)," papar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah, kemarin (Senin, 6/6).

Sebelumnya, PT Anugerah Mas, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, dan PT Hiba Utama ikut menjadi operator APTB. "Tiga operator itu masih belum lolos Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Saat bergabung dengan Trans-Jakarta, operator APTB sering dikeluhkan masyarakat. Banyak awak armadanya yang mengutip ongkos perjalanan dari penumpang di koridor busway," terang Andri.

Terhadap operator yang lolos seleksi LKPP, sambungnya, harus bersedia mengikuti sistem yang ditetapkan PT Trans-Jakarta, salah satunya soal pemberian kompensasi per kilometer.

"Untuk operator yang tidak bisa bergabung, harus kembali ke jalur reguler. Mereka juga tidak boleh pakai nama APTB karena sudah tidak terintegrasi dengan Trans-Jakarta," paparnya.

Tetap bergabung
Saat dihubungi di kesempatan terpisah, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Safruhan Sinungan berharap seluruh perusahaan bus dapat menjadi operator APTB.

Pertimbangannya, keberadaan armada mereka selama ini yang melayani trayek APTB sebelumnya. "Karena itu, bisa dipastikan penghapusan mereka dari operator APTB akan mengganggu layanan kepada masyarakat. Lebih baik jangan terburu-buru menghapus bus APTB," ungkapnya.

Pada dasarnya, sambung Safruhan, seluruh operator APTB setuju dengan sistem pembayaran kompensasi per kilometer. Namun, hal itu dikembalikan ke proses lelang yang harus dilalui perusahaan.

Selama dilayani enam operator APTB, ada 17 trayek perjalanan yang terlayani. Seluruh operator tersebut menyediakan sebanyak 193 bus untuk melayani 17 trayek tersebut. Semua trayek itu melayani warga yang berdomisili di daerah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Tangerang, dan Bogor. (DA/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya