Dugaan Kelalaian Tanggul Jebol Diselidiki

Akmal Fauzi
04/6/2016 18:38
Dugaan Kelalaian Tanggul Jebol Diselidiki
(ROMMY PUJIANTO)

PENYEBAB jebolnya tanggul Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terus diselidiki. Selain adanya air laut pasang (rob), dugaan kelalain perawatan tanggul juga tengah didalami.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyudi menjelaskan, pemeliharaan tanggul sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari PT Intiland Development Tbk selaku pengembang kawasan tersebut.

Dikatakan Denny, dimungkinkan tanggul itu ada keretakan dan tidak langsung diperbaiki oleh pengembang.

"Kami masih cari tahu. Apakah memang karena tanggulnya yang rusak, tapi sepertinya karena struktur tanggul ada retakan. Namun, ini baru kemungkinan," ujar Denny di lokasi, Sabtu (4/6).

Pihaknya kini terus mengupayakan investigasi dan memastikan penyebab tanggul jebol. Adapun perbaikan nantinya sepenuhnya tanggung jawa pengembang.

Sementara itu, pengelola Kompleks Pantai Mutiara, Dwi Susanto, membantah jika tanggul yang kurang lebih berusia 10 tahun itu retak sehingga jebol tidak kuat menahan air pasang. Menurutnya, pihak pengelola selalu rutin mengecek kondisi tanggul

"Ini faktor alam karena ketinggian rob ekstrem Jumat (3/6) kemarin malam, jadi bukan karena ada retakan. Kami punya tim (lakukan pengecekan)," ujarnya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dibangun tanggul permanen lagi. Saat ini tanggul yang jebol kurang lebih selebar 70 meter itu baru dibangun tanggul darurat dengan kantong berisi tanah dan pasir.

"Harus dipertimbangkan estetikanya, makanya diperlukan persiapan yang matang. Kemungkinan tidak bulan ini,"

Dari pantauan, tanggul sementara telah selesai dibangun menggunakan karung berisi tanah. Tanggul itu kurang lebih panjangnya 1,5 meter. Pada bagian dasar ditutupi terpal berwarna biru. Sejak semalam, tim gabungan dari Dinas Tata Air, TNI, Polri, BPBD DKI, dan pengelola berjibaku membuat tanggul darurat itu.

Dari penuturan warga, kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Tanggul itu kerap jebol apalagi saat musim penghujan.

"Mungkin lebih dari 10 kali. Tanggul itu juga sepertinya enggak kuat tebalnya aja gak sampai 50 centimeter sepertinya," kata Anto, 50 warga Blok TC 6 Komplek Pantai Mutiara. (Mal/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya