Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN sosok berkepala licin tanpa rambut sehelai pun terlihat berkeliaran di lingkungan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Jalan A Yani, Bekasi Selatan, kemarin (Kamis, 2/6). Saat berpapasan di pelataran lantai 10, tanpa dikomando mereka tertawa geli menertawakan penampilan baru itu.
Meski berkepala plontos dan licin, para pegawai kantor pemkot tersebut terlihat percaya diri. Apalagi, orang nomor satu dan dua di kota itu telah lebih dulu menggunduli rambut mereka sejak Rabu (1/6) sebelum para pegawai lain melakukan hal serupa.
Agung Fakhrudin, 29, salah satu staf Humas Setda Bekasi, mengaku ikut mencukur habis rambutnya sebagai bentuk solidaritas. Pimpinannya, yakni wali kota dan wakil wali kota, berharap dengan membotaki kepala mereka, hasil audit keuangan Pemkot Bekasi 2015 berpredikat wajar tanpa pengecualian (WTP).
Audit tersebut telah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat dan bakal diumumkan pada 7 Juni mendatang.
"Sebagai solidaritas. Lihat pimpinan plontos, ya kita ikut demi suksesnya target WTP," kata Agung. Ia juga mengaku tidak bermasalah dengan penampilan barunya itu meski model kepala licin baru pertama kali ia lakukan.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan aksi memplontos kepala dilakukan sebagai nazar. "Ini merupakan nazar. Harapan saya Pemkot Bekasi bisa meraih WTP," katanya.
Sebetulnya, ujar Rahmat, nazar itu akan ia realisasikan setelah BPK mengumumkan hasil audit pada 7 Juni. Ide tersebut ia rencanakan bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Widodo Indrijantoro pada Rabu lalu. Keduanya sepakat mencukur habis rambut mereka sambil berdoa agar meraih WTP.
Rupanya, tanpa sepengetahuan keduanya, Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu lebih dahulu melakukan hal serupa. Oleh karena itu, penampilan kepala botak mereka kemudian langsung diikuti pagawai laki-laki di lingkungan Pemkot Bekasi.
"Semakin banyak yang mengguli rambut, artinya semakin banyak yang mendoakan supaya Pemkot Bekasi bisa raih opini WTP," kata Rahmat. Meski demikian, ia tak mengharuskan para pegawainya ikut berkepala plontos seperti yang ia lakukan.
Politikus dari Partai Golkar tersebut mengungkapkan, bila Kota Bekasi tahun ini meraih WTP, itu akan menjadi sejarah. Sejak Kota Bekasi lahir atau dimekarkan dari Kabupaten Bekasi 19 tahun silam, kota itu belum pernah memperoleh predikat WTP.
WTP merupakan opini audit yang diterbitkan bila laporan keuangan daerah dianggap bebas dari kesalahan penyajian material atau prinsip akuntansinya berjalan dengan baik. Selama ini Kota Bekasi hanya mampu mendapatkan predikat wajar dengan pengecualian (WDP).
"Kalau kita tahun ini berhasil, ini akan jadi sejarah. Kita tunggu saja pengumumannya Selasa (7/5) besok," tukasnya.(J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved