SELURUH koridor bus Trans-Jakarta harus beroperasi 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan terhadap penumpang pada angkutan umum perorangan yang pengoperasiannya tidak diatur.
Sayangnya, hingga kini baru tujuh koridor yang beroperasi sampai dini hari. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bus Trans-Jakarta angkutan malam hari (amari) tidak bisa beroperasi pada semua koridor lantaran tidak semua koridor memiliki potensi penumpang hingga dini hari.
Menurutnya, baru awal tahun depan amari bisa dioperasikan di beberapa koridor lain sekaligus ditambah jumlah armadanya. "Tahun depan bisa tambah. Tapi tidak semua koridor bisa (beroperasi 24 jam). Kan ada koridor yang pada malam hari tidak ada penumpangnya," kata Ahok di Balai Kota, kemarin.
Sebelumnya, ia mengatakan saat jumlah bus Trans-Jakarta sudah mencukupi kebutuhan, tidak akan ada lagi warga yang mau menumpang angkutan kota (angkot) gelap, bahkan dengan sopir tembak. Ahok mengatakan itu saat menanggapi kasus pemerkosaan yang kembali terjadi pada penumpang angkot, pekan lalu.
Pada saat ini, total jumlah bus Trans-Jakarta yang beroperasi di 12 koridor baru 823 unit, yang terdiri dari 535 bus tunggal dan 288 bus ganda. Di antara jumlah armada yang terbatas itu, 100 unit mogok setiap hari.
Pada Senin (22/6) atau bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-488 Jakarta, jumlah armada Trans-Jakarta bertambah 20 unit, menjadi 843. Sebanyak 20 unit armada baru tersebut terdiri dari bus gandeng merek Scania buatan Swedia.
Meski bertambah, jumlah armada bus Trans-Jakarta sebanyak itu tetap belum mencukupi. Seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Benjamin Bukit, jumlah ideal bus Trans-Jakarta untuk memenuhi waktu tunggu bus di setiap halte selama 5 menit harus berjumlah 1.209 unit.
Di samping jumlah tersebut, jalur bus khusus atau busway harus steril dari kendaraan lain. Jika tidak, target waktu tunggu antarbus 5 menit tetap tidak akan tercapai, meskipun jumlah bus diperbanyak hingga mencapai jumlah ideal. "Solusi supaya bus tepat waktu, harus dilakukan sterilisasi. Kami agak hopeless, tapi kami akan terus berupaya (mensterilkan busway)," katanya.
Enam koridor Sementara itu, 20 bus gandeng baru yang berkapasitas 149 penumpang per unit akan beroperasi di enam koridor. Kehadiran bus itu akan menambah daya angkut bus Trans-Jakarta sebanyak 2.980 penumpang per hari. Sebanyak 823 unit bus yang telah beroperasi lebih dulu rata-rata mengangkut 360 ribu penumpang per hari atau 111,6 juta per tahun di seluruh koridor.
Menurut Direktur Utama PT Trans-Jakarta Ans Kosasih, 20 bus baru tersebut merupakan bagian dari 51 bus sejenis yang dipesan Pemprov DKI Jakarta. Sebanyak 31 unit lainnya akan tiba pada akhir tahun.
Ia juga mengatakan 20 bus gandeng baru hanya dioperasikan di enam koridor karena tidak semua koridor dapat dilalui bus gandeng lantaran jalur yang sempit. Menurut rencana, bus-bus tersebut baru bisa beroperasi pada pertengahan Juli mendatang karena masih menunggu proses administrasi seperti perizinan dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
"Kami akan operasikan bus Scania baru ini di beberapa koridor yang dapat dilalui bus gandeng. Rencananya sebelum akhir tahun sebanyak 31 unit lagi akan diserahkan oleh PT United Tractors selaku APM (agen pemegang merek) Scania," kata Kosasih saat peluncuran bus tersebut di Silang Barat Monumen Nasional, Senin.
Enam koridor yang akan dilayani bus gandeng Scania tersebut ialah koridor 1 Blok M-Kota, koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni, koridor 9 Pluit-Pinang Ranti, koridor 10 Tanjung Priok-Cililitan, koridor 11 Kampung Melayu-Pulogebang, dan koridor 12 Pluit-Tanjung Priok. (J-2)