Melompat demi Cepat Sampai ke Masjid

MI
23/6/2015 00:00
Melompat demi Cepat Sampai ke Masjid
(MI/ARYA MANGGALA)
RIZKY, 15, terpaksa melompati tembok setiap kali hendak ke Masjid Al Futuwwah di Jalan H Tholib, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Cara melangkahi tembok dipilih karena jalan itu merupakan yang paling dekat menuju masjid. Tembok beton itu dibangun sejak tahun lalu oleh warga bernama Mates.

Tembok tersebut dibangun karena konflik antara dirinya dan warga lain bernama Sanwani, pemilik yayasan Al Futuwwah. Konflik bermula saat Mates menjual tanah seluas 40 meter di belakang rumahnya kepada Sanwani. Perjanjian jual-beli itu disepakati, dengan catatan Sanwani bersedia menjual kembali tanah tersebut. Namun, saat pengembang proyek perumahan PT FIM Jaya Ekatama ingin membeli tanah miliknya, sekaligus tanah 40 meter yang telah dibeli Sanwani, Sanwani menolak menjual tanah tersebut.

Lantaran sakit hati, Mates kemudian membangun tembok tersebut. Padahal, jalan yang ditembok merupakan akses terdekat warga Kelurahan Cipete Utara RT 04/09 menuju masjid. Mates menjelaskan, tembok itu bukan untuk menghalangi warga. Tembok itu sudah lebih mudah dilewati setelah diperpendek dan diberi pijakan.

"Tembok itu bukan pengembang yang bangun. Tapi, saya yang bangun. Ini urusan pribadi saya dengan Sanwani," kata Mates.

Warga setempat yang enggan memanjat terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh. Terutama saat hendak salat tarawih selama Ramadan. Mereka bisa melewati jalan setapak selebar 1,5 meter yang dibangun pengembang PT FIM Jaya Ekatama. Jalan itu hanya bisa dilewati dua orang.

Warga butuh waktu 15 menit untuk sampai ke masjid. Padahal sebelum jalan ditembok, warga hanya butuh sekitar 3 menit untuk sampai ke masjid.

Warga lainnya, Ina, menuturkan orang harus berhati-hati melewati jalan setapak itu karena saat hujan sering becek dan tidak dilengkapi penerangan memadai.

"Harus hati-hati supaya tidak terjatuh. Warga di sini biasanya lewat jalan setapak itu," jelasnya.

Ketua RT 04/09 Jamal menjelaskan saat ini upaya menyelesaikan konflik antara dua warga tersebut terus dilakukan. "Setelah konflik antara Mates dan Sanwani selesai, tembok yang ada di kediaman Mates akan dibongkar," tukasnya. (Nelly Marlianti/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya