Rem Blong, Bus Trans-Jakarta Tabrak 8 Motor dan 3 Mobil

MI
23/6/2015 00:00
Rem Blong, Bus Trans-Jakarta Tabrak 8 Motor dan 3 Mobil
(MI/Atet)
PENYIDIK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan bus Trans-Jakarta B 7500 IX dan pengemudinya, Undang Kurniawan, 26, setelah menabrak delapan sepeda motor dan tiga mobil di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kemarin pagi. Insiden itu menyebabkan sembilan orang terluka dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhamad Iqbal mengatakan polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kesimpulan sementara bahwa sopir Trans-Jakarta ternyata tidak menginjak rem kala terjadi benturan. "Tidak ada bekas rem di jalan. Diduga, rem blong," ujarnya.

Apabila terbukti lalai, tambah Iqbal, pengemudi tersebut terancam pidana lima tahun penjara. Kelalaian dalam berkendara jelas melanggar Pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kecelakaan yang terjadi tepat di hari ulang tahun Jakarta itu bermula saat bus yang beroperasi di Koridor VI jurusan Dukuh Atas-Ragunan tersebut selesai mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Mampang.

Saat keluar dari SPBG, bus itu melaju kencang, padahal di depan SPBU itu tengah ramai kendaraan yang menunggu lampu lalu lintas menyala hijau.

Direktur Utama PT Trans Jakarta Ans Kosasih menjelaskan kecelakaan itu terjadi akibat sopir bus tidak sengaja memasukkan transmisi gigi kemudi saat hendak keluar dari SPBG. Ia menegaskan, akan memberi sanksi kepada operator, yakni PT Jakarta Trans Metropolitan (JTM), yakni teguran keras secara tertulis. Operator harus membayar denda dan pembiayaan perawatan para korban. "Kami memberi teguran keras kepada JTM selaku operator yang bertaggung jawab atas musibah ini," tegasnya.

Ia menambahkan pihak JTM akan segera memberhentikan pengemudi itu.

Ganti bus tua
Saat melihat kecelakaan itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan permasalahan kecelakaan bus-bus tua akan selalu terjadi selama bus-bus tersebut belum diganti. Ia berharap bisa mengganti seluruh bus tua pada tahun depan.

"Kami sudah pesankan ke produsen-produsen," kata Ahok.

Pada hari yang sama, sebanyak 20 unit bus articulated (gandeng) merek Scania direncanakan mulai beroperasi di Jakarta pada pertengahan Juli nanti.

Bus gandeng asal Swedia itu akan dioperasikan di enam koridor bus Trans-Jakarta, di antaranya untuk Koridor I rute Blok M-Kota dan Koridor IX rute Pinangranti-Pluit. (Gol/Nel/Put/Ssr/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya