Bukan Jasa Taksi, Mengaku Terbaik

Beo/J-2
22/6/2015 00:00
Bukan Jasa Taksi, Mengaku Terbaik
(MI/RAMDANI)
KEPALA Divisi Komunikasi Uber kawasan Asia Selatan dan India, Karun Arya, menegaskan perusahaan yang dinaunginya bukan perusahaan taksi, melainkan perusahaan teknologi.

Ia mengatakan Uber juga tidak memiliki, mengoperasikan, dan mempekerjakan pengemudi.

"Sistem kami menghubungkan penumpang dengan mitra Uber yang memiliki pengemudi berizin. Menurut kami, ini tidak menyalahi regulasi pemerintah setempat. Kami bahkan tetap melakukan pengecekan terhadap sopir dan kendaraan," kata Arya kepada Media Indonesia, kemarin, terkait dengan penangkapan lima armada taksi Uber karena dinilai sebagai taksi ilegal.

Ia mengatakan, dalam memberikan pelayanan lebih kepada konsumen, teknologi Uber saat ini telah memiliki sistem paling baik.

Untuk jaminan keamanan, aplikasi Uber menampilkan foto, nama, dan kontak pengemudi.

Kemudian, lanjut Arya, penumpang juga bisa memberi tahu teman atau keluarga ketika sedang menggunakan layanan taksi Uber.

"Keamanan adalah prioritas pertama Uber. Penumpang bisa menggunakan GPS dan diperlihatkan ke teman atau keluarga, jadi tetap terawasi," tuturnya.

Atas ditangkapnya lima sopir taksi Uber oleh petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan, dan Organda DKI Jakarta, ujarnya, saat ini manajemen Uber sedang melakukan investigasi untuk mengetahui akar permasalahan.

Menurut Arya, Uber akan membantu para pengemudi secara maksimal dalam setiap proses hukum.

Di lain pihak, beberapa penumpang yang pernah menggunakan taksi Uber menyatakan puas dengan layanan yang diberikan angkutan tersebut.

Karina Nurunnisa, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dan Dimas Serigar, warga Meruya, Jakarta Barat, mengaku menggunakan jasa taksi Uber sejak tahun lalu.

Menurut Karina, ia selalu menggunakan taksi Uber jika harus pulang malam hari.

Perempuan itu tidak khawatir diculik atau mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan dari taksi tersebut dengan alasan pada layanannya terdapat fitur untuk menginformasikan kepada publik.

"Selebihnya, Uber seperti punya sopir pribadi," ujarnya.

Sementara itu, Dimas hanya mengatakan ia menyukai taksi Uber lantaran mobil yang ditumpanginya memiliki fasilitas yang tidak dimiliki kendaraan umum lainnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iqbal mengatakan kasus taksi Uber sudah masuk tahap penyidikan.

Namun, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka walaupun ada lima pengemudi yang digiring ke Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan lima pengemudi taksi tersebut masih berstatus sebagai saksi dan seusai diperiksa pada Jumat (19/6), mereka telah dipulangkan.

"Selama tidak jadi tersangka, ya, dipulangkan, tidak ditahan," kata dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya