Polri Janji Proaktif Usut Mafia Bola

MI/Budi Ernanto
22/6/2015 00:00
Polri Janji Proaktif Usut Mafia Bola
(AFP)
KAPOLRI Jenderal Badrodin Haiti menyatakan telah memerintahkan jajaran Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk bisa segera mendapatkan konstruksi hukum dari laporan mengenai pengaturan skor di persepakbolaan nasional. Perintah tersebut, ujar Kapolri, dia berikan karena sampai saat ini belum ada data yang bisa membuktikan adanya pengaturan skor di laga domestik dan internasional.

Namun, ia berjanji pihaknya akan proaktif menindaklanjuti laporkan yang diajukan tim advokasi #Indonesiavsmafiabola, awal pekan lalu itu. "Kalau konstruksi hukumnya jelas, baru bisa ditentukan pidananya apa. Tapi, kan sekarang juga baru sebatas kabar. Kami butuh data pendukung dan juga telah upayakan untuk selidiki laporan itu. Tapi, saya telah perintahkan Bareskrim untuk kembangkan informasi yang sementara ini," kata Badrodin di Jakarta, kemarin.

Untuk jenis pidananya, menurut dia, jika memang pengaturan skor itu menggunakan dana APBD, bisa dipastikan ada unsur korupsi. Bisa saja nantinya juga diterapkan pasal tindak pidana pencucian uang. Namun, jika tidak terkait dengan penggunaan APBD, polisi akan mencari pasal yang tepat untuk menjerat pelaku pengaturan skor. "Salah satu pasal yang bisa digunakan ialah mengenai perbuatan curang yang diatur dalam KUHP," tandas Badrodin.

Adanya pengaturan skor, suap, dan campur tangan mafia di persepakbolaan nasional terus mendapat pembenaran. Pengakuan teranyar diutarakan pelatih Barito Putera Salahudin, kemarin. "Masalah pengaturan skor di sepak bola kita sudah lama terjadi, tetapi memang sulit dibuktikan," tuturnya di Banjarmasin. Sebelumnya, dugaan adanya pengaturan skor diungkapkan BS, mantan pemain dan pelatih di Indonesia yang bertahun-tahun menjadi perantara mafia.

Campur tangan mafia di sepak bola nasional juga dikemukakan mantan arsitek Persipur Purwodadi, Gunawan, serta bekas pelatih Persidafon Dafonsoro dan Persegres Gresik United, Agus Yuwono. Salahudin yang membesut Barito Putera sejak 2007 pun mengaku beberapa kali ditawari uang dalam jumlah besar oleh orang yang diduga mafia.

"Ada beberapa kali ditawari terutama saat pertandingan penting." Ia juga mengaku kerap ditelepon seseorang yang menjanjikan tim lawan siap mengalah dalam laga asalkan klub bersedia membayar. "Pengaturan skor ini tidak hanya menjadi bagian dari wajah sepak bola Indonesia, tetapi juga di luar negeri," tandasnya. Mafia, imbuh Salahudin, biasanya mencoba mendekati pemain, pelatih, manajemen klub, dan bahkan perangkat pertandingan terutama wasit. Jika berhasil membujuk mereka dengan iming-iming uang besar, mereka akan leluasa mengatur hasil pertandingan untuk kepentingan judi.

Usut tuntas
Hal senada disampaikan Hasnuryadi Sulaiman, Ketua Pengprov PSSI Kalimantan Selatan yang juga manajer PS Barito Putera. "Kita tidak dapat menutup mata bahwa kemungkinan aksi kecurangan seperti pengaturan skor terjadi dalam sepak bola kita. Sekarang, tinggal bagaimana membuktikannya." Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia GH Sutejo mendukung penuh Polri untuk membongkar tuntas dugaan pengaturan skor tersebut. "Kalau memang ada bukti berupa fakta dan data konkret yang lengkap, kami sangat mendukung Polri untuk membongkar kasus ini sampai tuntas."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya