APTB Dilarang Masuk Busway

Putri Anisa Yuliani
24/5/2016 17:59
APTB Dilarang Masuk Busway
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta resmi melarang armada Angkutan Terintegrasi Bus Trans Jakarta (APTB) masuk jalur bus Trans Jakarta atau busway mulai 1 Juni mendatang. Larangan itu diberlakukan karena hingga kini tak ada itikad baik dari APTB untuk mematuhi persyaratan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans).

Kepala Dishubtrans DKI, Andri Yansyah mengatakan dua persyaratan vital yang tak dipatuhi ialah surat izin operasional trayek dari Kementerian Perhubungan yang hingga kini tak diajukan serta masih dipungutnya tarif bagi warga yang naik dan turun dari dalam halte Trans Jakarta.

Padahal pada 1 Maret, Pemprov DKI pernah melarang operasional APTB secara total karena surat edaran dari Kementerian Perhubungan. Namun, karena masih banyaknya permintaan penumpang serta minimnya bus Trans Jakarta, Dishubtrans mengizinkan APTB tetap beroperasi dengan syarat harus mengurus izin secepatnya, dilarang memungut tarif bagi penumpang yang naik dan turun di dalam koridor Trans Jakarta, dan segera meremajakan armada.

"Kita selama ini sudah terbuka. Silahkan urus izin. Boleh beroperasi terus, tapi tak boleh pungut. Tapi kan nyatanya tetap suruh bayar,," kata Andri di Balai Kota, Selasa (24/5).

Dengan adanya pelarangan APTB memasuki koridor Trans Jakarta, Dishubtrans juga menetapkan agar operator APTB mengganti nama angkutan tersebut. Sementara faktor pendukung lainnya yakni awak angkutan APTB kerap melakukan pelanggaran lalu lintas. Dari data Dishubtrans, sebanyak 15 armada APTB telah ditindak dengan 11 di antaranya dikandangkan dan empat sisanya dikenakan tindak langgar.

"Banyak sekali saya terima laporan APTB melakukan pelanggaran. Sudah kita tertibkan juga, sampai kita kandangkan," ujarnya.

Andri menegaskan tak khawatir apabila APTB nantinya tak beroperasi di koridor. Sebabnya, kini PT Trans Jakarta sudah memperbanyak bus yang beroperasi di koridor Trans Jakarta. Selain itu, bus aglomerasi hibah dari Kemenhub sebagian besar sudah beroperasi dan bisa mengangkut penumpang dengan baik.

"Nggak khawatirlah. Bus kita banyak, tarifnya juga lebih murah. Mereka akan mati sendiri kalah nggak perbaiki dan gabung sama kita," tutur Andri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya