Orangtua Abai Anak Cari Saluran Lain

(Wan/J-2)
23/5/2016 02:50
Orangtua Abai Anak Cari Saluran Lain
(MI/GINO F HADI)

PERMASALAHAN sosial yang melibatkan anak-anak di bawah umur harus diatasi dengan mengontrol perilaku dan sikap mereka selama tumbuh kembang oleh semua elemen masyarakat, selain orangtua. Menurut psikolog parenting Aris Ahmad Jaya, anak-anak yang berada pada masa puber, transisi, serta masa perubahan hormon, dan pola pikir selalu berupaya ingin tahu lebih banyak mengenai kehidupan. Sementara itu, orangtua yang seharusnya menjadi sumber utama keingintahuan anak kerap tidak berfungsi sebagaimana mestinya. "Akhirnya mereka belajar dari sumber lain, seperti internet, Youtube, dan mereka mencontoh," kata penulis buku 30 Hari Mencari Jati Diri tersebut, Minggu (22/5). Menurutnya, ada tiga hal yang harus dilakukan orangtua dalam menjaga tumbuh kembang anak-anak. Pertama, orangtua harus menjadi pusat komunikasi dengan anak yang lebih mendalam.

"Sebab saat ini banyak orangtua yang tidak mau mendengarkan curhat (curahan hati) anak, sehingga anak lebih memilih curhat ke orang lain yang bisa tidak tepat," kata Aris. Kedua, orangtua harus menunjukkan kepedulian yang lebih lagi dan tidak hanya mengandalkan pihak ketiga, yakni sekolah dan pengasuh. Ketiga, ia menyarankan setiap orangtua belajar mengenai psikologi anak dan cara yang tepat dalam mendidik anak. Artinya, orangtua jangan memaksakan mendidik anak dengan teknik yang digunakan pada 10 hingga 20 lalu di saat sekarang. Selain orangtua, elemen masyarakat lainnya juga harus mendukung dan sama-sama mengontrol tumbuh kembang anak, di antaranya sekolah yang menjadi pusat pendidikan kedua setelah orangtua, lingkungan masyarakat, serta pemerintah yang harus tegas menegakkan aturan untuk dapat mengontrol dan mengurangi kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya