Warga Vila Nusa Indah Ingin Lepas dari Pemkab Bogor, Gabung ke Bekasi

Gana Buana
22/5/2016 18:52
Warga Vila Nusa Indah Ingin Lepas dari Pemkab Bogor, Gabung ke Bekasi
(Istimewa)

RIBUAN warga Vila Nusa Indah, Kelurahan Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berkumpul dalam acara car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan yang diselenggarakan rutin di wilayah permukiman mereka sejak pukul 6.30 WIB.

Dengan memakai kaos putih bertuliskan 'Vila Nusa Indah Bogor' mereka berbaris rapi sambil memegangi spanduk protes. Namun, tulisan di kaos, kata 'Bogor' sengaja mereka coret dan diganti dengan tulisan 'Bekasi'.

Tekad bulat untuk pindah wilayah administrasi dari Kabupaten Bogor menuju Kota Bekasi mereka suarakan dalam deklarasi Minggu (22/5) itu.

Warga dari 22 RT dan 6 RW di perumahan tersebut berteriak dengan pengeras suara bahwa mereka ingin pindah ke Kota Bekasi. Keinginan warga pun tertuang dalam petisi dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 15 meter.

Sambil berteriak, aneka spanduk mereka bentangkan dengan ragam ungkapan kekecewaan. Salah satunya 'Kabupaten Bogor, Mana Kepeduliannya untuk Memerbaiki Infrastruktur, Sudah 20 Tahun Tanpa Bukti Nyata'.

Selain itu, mereka juga secara nyata membandingkan kepedulian Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dengan Bupati Bogor Nurhayanti. Saat banjir melanda Perumahan Pondok Gede (PGP) setinggi 3 meter pada April 2016 lalu, Rahmat Effendi masih sempat memerhatikan warga PGP. Sedangkan, bantuan untuk warga Vila Nusa Indah baru datang setelah 12 hari peristiwa banjir. Padahal, tingkat keparahan banjir justru lebih parah melanda Perumahan Vila Nusa Indah.

"Kami siap gabung ke Kota Bekasi untuk hidup yang lebih baik," ujar salah satu orator dalam aksi deklarasi tersebut, Wawan, 38.

Tri Hernantyo, 56, koordinator aksi, mengatakan, warga setempat telah lelah dengan menanti realisasi kinerja Pemkab Bogor. Sejak 2002, infrastruktur jalan rusak dan banjir tidak kunjung ditangani pemerintah.

Padahal, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Desa, perwakilan warga sering kali mengadukan masalah tersebut.

"Bantuan malah datang dari Kota Bekasi, karena daerah kami berbatasan dengan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi," jelas Tri. Aksi yang mereka lakukan itu sedikitnya didukung oleh puluhan warga dari 6 RT setempat.

Dalam hal ini, sebetulnya, warga hanya ingin Pemkab Bogor membangun infrastruktur penanggulangan banjir. Seperti membangun tanggul kuat sepanjang Kali Cikeas dan Cileungsi. Agar, limpasan air banjir kiriman atau saat hujan lokal tidak melimpah ke permukiman.

Pada kenyataannya, sejak diambil alih oleh pemerintah dari pengembang pada 2005 lalu, infrastuktur jalan, fasilitas sosial, dan umum telah diterlantarkan. Apabila pemerintah setempat keberatan, pihaknya meminta agar mengikhlaskan wilayah Vila Nusa Indah masuk menjadi wilayah Kota Bekasi.

"Ya, kalau tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya ikhlaskan kami jadi bagian dari Bekasi," kata Tri. (Gan/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya